Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membatasi Akses Digital Anak di Sekolah dengan Menerapkan Pengaturan 3S

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 23:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membatasi Akses Digital Anak di Sekolah dengan Menerapkan Pengaturan 3S Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan penjelasan dalam acara Bisnis Indonesia Forum bertajuk "Beyond Regulation:Masa Depan Pelindungan Anak di Ruang Digital" di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan bahwa pengaturan 3S" bisa diterapkan untuk membatasi akses digital anak-anak di lingkungan sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Gogot Suharwoto menyampaikan bahwa pengaturan "3S" mencakup screen time (waktu layar), screen zone (zona layar)dan screen break (jeda layar).

"S pertama ada screen time. Jadi waktu yang tepat kapan anak-anak bisa menggunakan gadget," kata Gogotdalam acara Bisnis Indonesia Forum bertajuk "Beyond Regulation: Masa Depan Pelindungan Anak di Ruang Digital" di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, sekarang sudah banyak sekolah yang meminta peserta didik untuk menitipkan gawai kepada pengelola sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sebagian sekolah hanya memperbolehkan siswa menggunakan gawai jika diperlukan untuk keperluan pembelajaran untuk membatasi penggunaan perangkat digital di lingkungan sekolah.

"Ketentuan ini bisa dilakukan sekolah secara mandiri tanpa perlu instruksi khusus dari menteri. Intinya untuk memastikan pelindungan anak di ruang digital, tentu ini sangat boleh (diterapkan)," kata Gogot.

Gogot mengatakan bahwa dalam upaya pengaturan screen zone, sekolah dapat mengajari siswa mengenali ruang-ruang digital yang aman untuk diakses serta norma dalam melakukan interaksi sosial di ruang digital.

Pengaturan screen zone dapat dijalankan dengan memberlakukan area bebas gawai di area sekolah seperti perpustakaan dan tempat makan.

Pengaturan screen break dijalankan untuk melatih anakmenjeda penggunaan gawai supaya bisa fokus belajar di sekolah.

Semasa jeda menggunakan gawai, anak-anak juga bisa diminta melakukan aktivitas fisik ringan seperti peregangan tangan, leher, dan bahu.

Gogot juga menyampaikan perlunya pengaturan 3S bagi anak selama di rumah.

"Jadi, jangan sampai kami di sekolah sudah mengatur lewat screen time, screen zone, dan screen break tapi di rumah dibebaskan. Ini akan jadi konflik bagi anak-anak, karena dia akhirnya mencari pembenaran," kata Gogot.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Dieng Culture Festival 2026 Digelar Agustus

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Dieng Culture Festival 2026...
Tayang 8 Juli di Bioskop Indonesia, Film "Moana" versi Live-Action Dibintangi Dwayne "The Rock" Johnson

Tayang 8 Juli di Bioskop Indonesia, Film "Moana" versi Live-Action Dibintangi Dwayne "The Rock" Johnson

05 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.