GPCI Desak Pembebasan 7 Delegasi Indonesia yang Ditahan Israel di Gaza

Rabu, 20 Mei 2026, 12:45 WIB

JAKARTA - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengecam tindakan intersepsi dan penahanan terhadap tujuh delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Penahanan tersebut dilakukan oleh Israel Occupation Forces (IOF) terhadap sejumlah kapal kemanusiaan yang berlayar menuju wilayah Gaza pada Selasa (19/5).

Tujuh delegasi Indonesia tersebut merupakan bagian dari total sembilan delegasi yang mengikuti misi pelayaran kemanusiaan internasional. Mereka dilaporkan masuk dalam daftar aktivis yang diintersepsi saat berada di atas kapal kemanusiaan Akka (Andros), Beit Hanoun (Zefiro), dan Isdud (Don Juan).

Ket. Foto: Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengecam tindakan intersepsi dan penahanan terhadap tujuh delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Penahanan tersebut dilakukan oleh Israel Occupation Forces (IOF) terhadap sejumlah kapal kemanusiaan yang berlayar menuju wilayah Gaza pada Selasa (19/5). — Sumber: Istimewa

Dua delegasi asal Indonesia yang berada di atas Kapal Zefiro, yakni Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa, turut dilaporkan ditangkap dalam insiden tersebut.

Pengarah GPCI Ahmad Juwaini mengecam keras tindakan penahanan terhadap para aktivis kemanusiaan Indonesia tersebut. Menurut dia, tindakan itu bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional.

"Kami mengecam keras tindakan penculikan dan penahanan ini karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional. Kami berharap para delegasi Indonesia dapat segera dibebaskan dengan selamat," ujar Ahmad Juwaini dalam keterangannya.

Ia juga meminta Pemerintah Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait untuk membantu proses pembebasan dan pemulangan para delegasi Indonesia ke tanah air melalui jalur diplomatik.

Di tengah insiden tersebut, GPCI menyebut masih terdapat lima kapal kemanusiaan lain yang terus melanjutkan pelayaran menuju Gaza. Dua delegasi Indonesia yang masih berada dalam misi tersebut ialah Asad Aras dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari Smart 171 yang berada di Kapal Kasri Sadabad.

Aktivis kemanusiaan GPCI, Syamsul Ardiansyah, menegaskan bahwa misi tersebut dilakukan secara damai dan tanpa unsur kekerasan. Menurutnya, para peserta hanya membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.

"Israel tidak memiliki hak atau kewenangan untuk menculik atau mengintersepsi para pejuang kemanusiaan. GPCI menjalankan misi kemanusiaan secara damai dan tanpa kekerasan," ujar Syamsul.

Melalui Media Crisis Center, GPCI menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak Israel dan komunitas internasional. Tuntutan tersebut meliputi pembebasan tanpa syarat seluruh kru kapal dan delegasi kemanusiaan yang ditahan, pengembalian seluruh aset GPCI yang dirampas selama misi berlangsung, serta pembukaan akses blokade Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara aman.

Pengarah GPCI Irvan Nugraha menyebut penahanan terhadap warga negara Indonesia tersebut sebagai tindakan ilegal. Ia juga mendorong adanya dukungan internasional untuk membuka koridor kemanusiaan menuju Gaza.

"Hari ini terdapat tujuh warga negara Indonesia yang ditahan oleh tentara Israel. Ini merupakan tindakan ilegal," kata Irvan.

Sementara itu, GPCI mengaku terus melakukan koordinasi lintas negara untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi para delegasi Indonesia yang ditahan. Koordinasi dilakukan melalui perwakilan GPCI di Türkiye, Kuala Lumpur, dan Indonesia.

Pengarah GPCI Jajang Nurjaman mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI, dan KJRI di sejumlah negara guna memperkuat jalur diplomasi penyelamatan WNI.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan memantau situasi untuk memastikan keselamatan para delegasi yang sedang menjalankan misi kemanusiaan," ujarnya.

Selain itu, GPCI turut mendatangi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk meminta dukungan parlemen dalam mengawal proses penyelamatan para delegasi Indonesia.

Corporate Secretary Tempo Media Group, Jajang Jamaludin, menilai langkah diplomasi tingkat tinggi sangat diperlukan agar proses pembebasan dapat berjalan lebih cepat.

"Teman-teman di sana membawa misi kemanusiaan yang mulia. Kami membutuhkan pergerakan diplomatik yang lebih optimal karena hingga hari ini keberadaan sebagian delegasi masih belum jelas," katanya.

Senada dengan itu, Managing Editor Republika, Budi Rahardjo, mengatakan pihaknya masih terus berupaya memperoleh informasi mengenai keberadaan para delegasi Indonesia.

"Kami masih belum mendapatkan kabar pasti mengenai keberadaan mereka, apakah masih berada di penjara terapung atau di lokasi lain," ujar Budi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.