Longsor di Tol Bocimi KM 72, Kementerian PU: Jalur Sudah Dibuka, Tak Ada Korban

Kamis, 07 Mei 2026, 14:58 WIB

SUKABUMI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor yang menutup Ruas Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) KM 72+000 B arah Parungkuda menuju Jakarta, Rabu (6/5) pukul 15.30 WIB. Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi.

Berdasarkan laporan PT Trans Jabar Tol (TJT) selaku operator, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Tidak ada kendaraan pengguna jalan yang terdampak material longsor.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor yang menutup Ruas Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) KM 72+000 B arah Parungkuda menuju Jakarta, Rabu (6/5) pukul 15.30 WIB. Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi — Sumber: istimewa

Untuk menjaga keselamatan, arus lalu lintas sempat dialihkan melalui Gerbang Tol Cigombong selama proses penanganan berlangsung.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan dilakukan secara cepat demi keselamatan pengguna jalan dan pemulihan kelancaran lalu lintas. “Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada pembersihan material longsor, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi dapat segera kembali berfungsi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” kata Menteri Dody, Kamis (7/5).

Penanganan langsung dilakukan usai kejadian dengan mengerahkan 2 unit excavator, 10 unit dump truck, dan 3 unit water tank, serta dukungan penerangan untuk percepatan pembersihan.

Hingga pukul 21.00 WIB, progres penanganan menunjukkan hasil signifikan. Bahu dalam, lajur 2 (L2), dan lajur 1 (L1) telah bersih dari material longsor. Pembersihan bahu luar dan area rounding terus dilanjutkan.

Berdasarkan laporan PT Trans Jabar Tol, ruas tol kembali dibuka secara operasional pada pukul 01.00 WIB, Rabu (7/5), setelah pembersihan menyeluruh dan pemasangan rambu keselamatan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menyebut respons cepat di lapangan menjadi kunci meminimalkan dampak gangguan. “Begitu kejadian dilaporkan, penanganan langsung dilakukan di lokasi. Fokus kami adalah membuka akses secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Alat berat dan personel segera diturunkan sehingga dalam beberapa jam lajur sudah bisa difungsikan kembali,” ujar Wilan.

Wilan menambahkan, pembersihan material terus diselesaikan dan dilanjutkan evaluasi teknis pada lereng guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum beroperasi penuh.

Kementerian PU melalui BPJT terus memantau dan berkoordinasi dengan PT Trans Jabar Tol untuk memastikan penanganan tuntas serta langkah mitigasi lanjutan segera dilakukan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.