• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Keamanan Terintegrasi Dini...

Keamanan Terintegrasi Dinilai Krusial untuk Dukung Keberlanjutan Produksi Migas Nasional

Kamis, 16 Jul 2026, 18:05 WIB

JAKARTA – Sistem keamanan yang terintegrasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sektor minyak dan gas bumi (migas), seiring upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional. Keamanan kini tidak lagi dipandang sebatas perlindungan aset, melainkan sebagai bagian dari strategi bisnis yang mendukung produktivitas, investasi, dan keberlanjutan industri.

President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara, Dino Hindarto, mengatakan gangguan keamanan di sektor hulu migas, seperti pencurian, sabotase, konflik sosial, hingga gangguan terhadap infrastruktur vital, dapat berdampak langsung pada pencapaian target produksi nasional.

Ket. Foto: Ilustrasi pengamanan objek vital. Keamanan terintegrasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Pemanfaatan AI, IoT, dan command center disebut mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepercayaan investor. — Sumber: Nawakara

"Keamanan bukan sekadar melindungi aset, tetapi memastikan operasional dapat berjalan tanpa gangguan. Kami memandang keamanan sebagai business enabler yang menjaga kontinuitas operasi melalui pendekatan Plan, Prevent, Protect yang dipadukan dengan prinsip Detect, Deter, Delay, dan Response,” kata Dino dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

“Dengan pendekatan ini, potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih dini, dicegah sebelum berkembang menjadi insiden, serta ditangani secara cepat sehingga kegiatan eksplorasi maupun produksi tetap berjalan sesuai rencana," tambah Dino.

Menurutnya, tantangan pengamanan di industri migas semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika operasional. Dari sisi keamanan fisik, banyak fasilitas migas berada di wilayah terpencil dengan area operasi yang luas sehingga rentan terhadap pencurian aset, vandalisme, penyusupan, hingga gangguan pada jalur distribusi.

Selain itu, faktor sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Hubungan dengan masyarakat sekitar, pengelolaan isu sosial, penyelesaian sengketa lahan, hingga komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dinilai berpengaruh terhadap kelancaran proyek migas.

Di sisi lain, transformasi digital yang mendorong penggunaan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Internet of Things (IoT), dan teknologi pemantauan jarak jauh turut meningkatkan risiko serangan siber terhadap sistem operasional (Operational Technology/OT).

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Nawakara Perkasa Nusantara menerapkan konsep Integrated Security Solution yang mengintegrasikan sumber daya manusia, proses, dan teknologi dalam satu ekosistem keamanan.

Perusahaan mengombinasikan personel keamanan, prosedur operasional yang terstandarisasi, serta berbagai teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) Video Analytics, Integrated Command Center, sistem pengawasan (surveillance), hingga pelaksanaan security risk assessment secara berkala.

"Kami mengombinasikan personel keamanan yang kompeten, prosedur operasional yang terstandarisasi, serta teknologi seperti AI Video Analytics, Command Center, surveillance system, hingga pelaksanaan security risk assessment secara berkala agar sistem pengamanan selalu adaptif terhadap perkembangan ancaman," kata Dino.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sejumlah solusi digital, antara lain Smart Guard Management System untuk memantau patroli secara real-time, pemanfaatan drone untuk pengawasan area operasi yang luas, serta sensor berbasis IoT yang mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi gangguan di lapangan.

Menurut Dino, penggunaan teknologi tersebut membantu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efektivitas personel keamanan, mengurangi ketergantungan pada proses manual, sekaligus mempercepat respons terhadap berbagai insiden.

"Dalam industri migas, setiap menit downtime memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Karena itu, investasi pada teknologi keamanan tidak hanya meningkatkan perlindungan aset, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan," ujarnya.

Ia menambahkan, sistem keamanan yang terintegrasi juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku usaha yang terlibat dalam proyek migas. Nawakara, kata dia, mendukung proyek sejak tahap awal melalui penyusunan security risk assessment, security master plan, implementasi sistem keamanan selama masa konstruksi hingga operasi, serta koordinasi dengan kontraktor, masyarakat, dan aparat terkait.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi potensi risiko keamanan maupun konflik sosial sejak dini sehingga proyek dapat berjalan sesuai jadwal, anggaran, dan standar keselamatan yang telah ditetapkan.

"Pada akhirnya, keamanan memberikan predictability bagi investor. Ketika risiko dapat dikendalikan, proyek menjadi lebih stabil, target investasi lebih mudah dicapai, dan kepercayaan terhadap iklim investasi nasional pun semakin meningkat," kata Dino.

Ia juga menilai paradigma yang menempatkan keamanan sebagai sekadar biaya operasional (cost center) sudah tidak lagi relevan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis. Menurutnya, biaya terbesar justru muncul ketika sistem keamanan gagal, mulai dari terhentinya produksi, kerusakan aset, kecelakaan kerja, hingga menurunnya kepercayaan investor.

Karena itu, perusahaan mendorong agar keamanan menjadi bagian dari Enterprise Risk Management dan strategi bisnis jangka panjang untuk mendukung operasi yang andal, melindungi aset, menjaga keselamatan pekerja, serta memperkuat daya saing industri migas nasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan

Harga Cabai Rawit Rp67.350/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

Sebanyak 16 Perusahaan Masih Jaring Pencari Kerja di Job Fair Online

Pemuda.ai Diluncurkan, Dorong Penguatan Ekosistem AI Nasional

Harga Kakao Kering di Lebak Mengalami Kenaikan hingga Tembus Rp60 Ribu/Kg

Investor Qatar Bidik Lahan Kampung Bandan untuk Proyek Perumahan

PT Telkom Indonesia Nyatakan Konektivitas Digital Pascagempa NTT Sudah Pulih 100 Persen

Hingga Agustus, Samsat Palu Catat Realisasi PKB Rp50,72 Miliar

Mentan Andi Amran Sulaiman Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Penyimpangan Uang Miliaran

3,6 Ton Daging Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Merak, Langsung Dimusnahkan.

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemkab Lombok Tengah Bentuk Satgas Pengawasan Akomodasi.

Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Matraman Jakarta Timur Terbakar

Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar.

Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat.

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumedang Rasakan Biaya Produksi Lebih Ringan.

Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Menjadi Rp2,645 Juta/Gr pada Rabu (19/8)

TelkomGroup Pulihkan 100 Persen Layanan Telekomunikasi Pascagempa NTT

Menaker: Jaminan Sosial Harus Jadi Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja.

PT Pertamina Patra Niaga Bantu 35.000 Lt Air Bersih untuk Warga Maumere

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.