Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terseret Sentimen Negatif, Isu Badan Ekspor Picu Kepanikan Investor

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terseret Sentimen Negatif, Isu Badan Ekspor Picu Kepanikan Investor Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi - Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu rumor pembentukan badan ekspor komoditas mencerminkan sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan perdagangan dan tata kelola sektor sumber daya alam.

Pelaku pasar cenderung merespons negatif ketidakpastian regulasi karena berpotensi memengaruhi mekanisme ekspor, harga komoditas, hingga margin keuntungan perusahaan terkait.

Di sisi lain, rumor tersebut memicu kekhawatiran akan kemungkinan intervensi yang lebih besar terhadap arus perdagangan komoditas strategis.

Jika tidak diimbangi dengan komunikasi kebijakan yang jelas, sentimen pasar dapat memperbesar aksi jual investor, terutama pada saham berbasis komoditas dan sektor yang bergantung pada ekspor.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas pasar keuangan sangat dipengaruhi oleh kepastian arah kebijakan ekonomi pemerintah.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5) sore, ditutup melemah 228,56 poin atau 3,46 persen ke posisi 6.370,68 dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap rumor pembentukan badan khusus ekspor komoditas strategis oleh pemerintah.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 16,27 poin atau 2,50 persen ke posisi 634,82.

"IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Adapun, sejumlah komoditas strategis yang dirumorkan akan diatur melalui badan khusus tersebut, diantaranya batu bara, Crude Palm Oil (CPO) hingga mineral logam.

"Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan," ujar Ratna.

Ratna menjelaskan, rumor ini juga dikaitkan dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR, yang akan menyampaikan pidato tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada Rabu (20/5).

Rencana ini akan menjadi pertama kalinya kepala negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan.

Di sisi lain, pelaku pasar mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (20/5), yang menurut konsensus, BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen untuk meredam pelemahan rupiah.

Sementara itu, pertumbuhan kredit bulan April diperkirakan tumbuh 9.7 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.