DIY Perkuat Ekosistem Digital dengan Pendekatan Inklusif
Selasa, 19 Mei 2026, 16:15 WIBYOGYAKARTA - Predikat sebagai daerah berbasis teknologi atau smart province terus diiringi dengan penguatan ekosistem digital yang merata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemerintah daerah menegaskan bahwa perkembangan digital tidak boleh hanya dinikmati kelompok yang sudah melek teknologi, tetapi juga harus mengakomodasi masyarakat yang belum memiliki akses maupun kemampuan digital yang memadai.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, Senin (18/05), di Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Dalam pembukaan Sarasehan Hari Kebangkitan Nasional bertema âNasionalisme dan Perlindungan Anak di Era Digitalâ, Wahyu menekankan pentingnya pembangunan ekosistem digital yang tetap berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.
âDaerah digital itu membuka peluang luas untuk pelayanan masyarakat, memudahkan masyarakat tanpa kemudian harus meninggalkan hal-hal konvensional. Dan masyarakat yang tidak bisa digital juga masih dilayani. Jadi, tidak ada yang kemudian terlewatkan terkait dengan pelayanan publik,â ujarnya.
Ia menjelaskan, sarasehan yang diselenggarakan Dinas Kominfo DIY bertujuan memperkuat nilai-nilai Pancasila, meningkatkan perlindungan anak, sekaligus mendorong pemanfaatan media digital sebagai ruang penyebaran nilai-nilai positif. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, pemerhati anak, hingga praktisi pendidikan digital.
Dalam sesi pemaparan materi, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta, Sylvi Dewajani, mengangkat tema âGawai Sehat dalam Tumbuh Kembang Anakâ. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak saat berinteraksi dengan ruang digital, terutama di tengah tingginya penggunaan gawai pada usia dini.
âOrang tua perlu selalu waspada mengawasi kegiatan anak di ruang digital maupun akltivitas keseharian anak. Sebagai contoh, kasus pornoaksi di Yogyakarta tidak hanya terjadi melalui media sosial, tetapi juga ditemukan di ruang publik dan lingkungan sekolah. Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama,â imbuhnya.
Menurut Sylvi, berbagai persoalan yang muncul di ruang digital maupun dalam kehidupan sehari-hari anak dapat menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sosial. Karena itu, pengawasan serta edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah meningkatnya kasus serupa.
Sementara itu, Perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) DIY, Dwi Nur Rohman, menilai media digital memiliki peran strategis sebagai sarana menyebarluaskan nilai-nilai positif sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di tengah masyarakat. Di sisi lain, Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM, Hendro Muhaimin, memaparkan materi terkait semangat kebangkitan nasional dan tantangan polarisasi yang muncul di era digital.
- Yogyakarta
- Inklusif
- Ekosistem Digital
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Komisi III DPR Serap Aspirasi Daerah, Perkuat RUU Perampasan Aset
-
Waspada! Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Pelayaran, BMKG Keluarkan Imbauan.
-
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Tuai Sorotan, Buruh Desak Kepentingannya Diakomodasi
-
Belasan Warga Sekitar Kebakaran TPA Jatiwaringin Diungsikan
-
Sensasi Striker 19 Tahun! Debut Impian Mitchell Lee Baker Cetak Hattrick dan Hancurkan Kamboja
-
Tambang Emas Ilegal di Dongi Dongi Sulawesi Tengah Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa
-
Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Kabel Udara Semrawut Sepanjang 792 Meter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.