Pertarungan Strategi Pelatih Top Bakal Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026

Rabu, 20 Mei 2026, 07:00 WIB

LONDON — Piala Dunia 2026 menghadirkan fenomena menarik di tengah dominasi finansial sepak bola klub. Jika selama ini kompetisi internasional kerap kesulitan bersaing dengan daya tarik klub elite Eropa dalam merekrut pelatih papan atas, edisi mendatang justru memperlihatkan tren sebaliknya.

Sejumlah tim nasional besar kini dipimpin nama-nama elite yang sebelumnya identik dengan panggung Liga Champions dan persaingan domestik Eropa. Ambisi mengangkat trofi paling prestisius di sepak bola dunia menjadi magnet kuat yang menggoda para pelatih top untuk terjun ke arena internasional.

Ket. Foto: Carlo Ancelotti. — Sumber: AFP

Berikut lima pelatih ternama yang akan menjadi sorotan dalam perburuan kejayaan Piala Dunia 2026.

Thomas Tuchel (Inggris)

Mantan pelatih Bayern Munich, Chelsea, dan Paris Saint-Germain itu menjadi proyek terbaru Federasi Sepak Bola Inggris untuk mengakhiri penantian panjang gelar besar yang telah berlangsung sejak 1966.

Sebelumnya, Gareth Southgate sebenarnya mampu membawa Inggris lebih dekat ke trofi dibanding para pendahulunya. Di bawah arahannya, The Three Lions mencapai dua final Piala Eropa, satu semifinal Piala Dunia, dan satu perempat final.

Namun, kemampuan Southgate dalam membaca pertandingan serta pendekatan taktisnya kerap dipertanyakan ketika menghadapi laga-laga besar.

Tuchel datang dengan reputasi lebih mentereng di level klub. Pelatih asal Jerman itu pernah menjuarai Liga Champions bersama Chelsea dan dikenal memiliki detail taktik yang kuat.

Meski demikian, tantangan besar menantinya. Sepak bola turnamen internasional memiliki karakter berbeda dibanding kompetisi klub. Tuchel harus membuktikan bahwa metode keras dan intensitas tinggi yang biasa diterapkannya mampu berjalan efektif dalam jadwal singkat dan tekanan fisik ekstrem yang akan dihadapi skuad Inggris.

Carlo Ancelotti (Brasil)

Setelah berkali-kali gagal menghadapi dominasi tim-tim Eropa di fase akhir Piala Dunia, Brasil akhirnya menunjuk salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa.

Carlo Ancelotti diharapkan mampu mengakhiri penantian 24 tahun Selecao untuk meraih gelar dunia keenam.

Pelatih asal Italia itu merupakan sosok tersukses dalam sejarah Liga Champions dengan koleksi lima trofi. Pengalamannya mengelola pertandingan sistem gugur menjadi modal besar bagi Brasil.

Ancelotti juga tidak asing dengan sejumlah pemain utama Brasil, khususnya Vinicius Junior. Di bawah arahannya di Real Madrid, Vinicius berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia.

Brasil saat ini dinilai tidak memiliki kualitas magis seperti generasi-generasi terdahulu. Karena itu, performa terbaik Vinicius akan menjadi faktor vital bila Selecao ingin kembali menguasai sepak bola dunia.

Selain keunggulan taktis, Ancelotti terkenal memiliki kemampuan menjaga ruang ganti tetap tenang dan harmonis. Karakter kalemnya diharapkan mampu meredam tekanan besar yang selama ini membebani Brasil di setiap Piala Dunia.

Mauricio Pochettino (Amerika Serikat)

Perjalanan Mauricio Pochettino bersama tim nasional Amerika Serikat sejauh ini belum berjalan mulus. Setelah hampir dua tahun memimpin tanpa banyak pertandingan kompetitif, Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pelatih asal Argentina tersebut.

Pochettino beberapa kali berselisih dengan media lokal, sementara hasil di lapangan juga belum memuaskan.

Amerika Serikat gagal menjuarai Gold Cup maupun CONCACAF Nations League di bawah kepemimpinannya. Mereka bahkan menelan kekalahan memalukan di kandang sendiri dari Panama, Meksiko, dan Kanada.

Sempat muncul optimisme setelah kemenangan persahabatan yang impresif atas Uruguay dan Jepang. Namun harapan itu kembali meredup usai kekalahan telak dari Portugal dan Belgia pada Maret lalu.

Sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, tekanan terhadap Pochettino dipastikan semakin besar menjelang turnamen.

Marcelo Bielsa (Uruguay)

Marcelo Bielsa merupakan salah satu sosok paling berpengaruh bagi pelatih modern. Nama-nama seperti Pep Guardiola hingga Mauricio Pochettino menjadikan pria Argentina itu sebagai referensi utama dalam memahami filosofi sepak bola menyerang.

Kini, Bielsa mungkin menghadapi kesempatan terakhirnya untuk bersinar di panggung dunia saat memimpin Uruguay menuju Piala Dunia ketiganya bersama tim nasional berbeda.

Kemenangan penting atas Brasil dan Argentina di babak kualifikasi sempat memunculkan optimisme besar di Uruguay. Namun, pola lama dalam karier Bielsa mulai kembali terlihat.

Skuad Uruguay disebut kesulitan memenuhi standar tinggi dan tuntutan ekstrem sang pelatih.

Luis Suarez bahkan sempat mengkritik metode Bielsa setelah pensiun dari tim nasional. Mantan striker Liverpool itu mengungkapkan bahwa Darwin Nunez pernah menangis saat jeda pertandingan kemenangan 2-0 atas Argentina akibat kerasnya kritik Bielsa.

Performa Uruguay pun mengalami penurunan. Bielsa sendiri mengaku “malu” setelah timnya dihancurkan Amerika Serikat 1-5 dalam laga persahabatan pada November lalu.

Meski pernah gagal bersama Argentina di Piala Dunia 2002, Bielsa sukses membawa Chile menembus babak 16 besar pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Julian Nagelsmann (Jerman)

Julian Nagelsmann nyaris membawa Jerman meraih kejayaan di kandang sendiri pada Euro dua tahun lalu sebelum disingkirkan juara akhirnya, Spanyol, di perempat final.

Turnamen 2026 diperkirakan menjadi kesempatan terakhir Nagelsmann sebelum kembali ke level klub.

Meski baru berusia 38 tahun, mantan pelatih Bayern Muenchen itu berhasil mengembalikan harga diri Die Mannschaft setelah periode suram antara 2018 hingga 2024.

Dalam rentang tersebut, Jerman gagal meraih satu pun kemenangan fase gugur di turnamen besar, termasuk dua kali tersingkir di fase grup Piala Dunia secara beruntun.

Nagelsmann dikenal sebagai pelatih dengan kecerdasan taktik tinggi. Kemampuan itu akan sangat dibutuhkan bila Jerman ingin menyamai rekor Brasil sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.

Namun, tugasnya tidak mudah. Tiga pemain kunci Jerman, Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz, baru saja menjalani musim klub yang sulit akibat masalah performa maupun kebugaran.

Dengan kombinasi pelatih-pelatih elite dan tekanan besar dari negara masing-masing, Piala Dunia 2026 dipastikan bukan hanya menjadi pertarungan antarpemain bintang, tetapi juga duel kecerdasan para arsitek terbaik sepak bola dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Keren Bikin Bangga! Karya Modifikator Indonesia Bakal Mejeng di SEMA Show 2026

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Sampah Plastik Jadi Cuan! Pemkot Bima Kembangkan Nilai Ekonomi Lewat Gerakan Ini

Sembilan Perempuan Disandera di Jila, Mimika oleh KKB

Film Jason Statham ‘Mutiny’ Sempat Bocor di Amazon Prime Sebelum Tayang di Bioskop

Layanan Rail Library KAI untuk Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat

Petugas Upacara HUT Ke-81 RI Diundang Presiden Prabowo ke Hambalang

Kejutan untuk Petugas Upacara HUT Ke-81 RI! Prabowo Undang Mereka ke Hambalang

Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

Nasib Guru PPPK Terjawab! Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Jadi PNS

Kabar Gembira! 25 Kreator Lokal Aceh Ketiban Berkah, Kemenkum Berikan Hak Cipta Gratis

Terobosan Baru Kemenhub! BRT Mebidang Didorong Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

KPK Periksa WNA soal Dugaan Pemerasan Izin Tinggal, Penyidikan Kasus Rp145,5 Miliar Masuk Babak Akhir

Peragaan Busana Bambu Karya UMKM Promosikan Desa Gintangan

Terungkap! Ini Alasan KPK Memanggil Pegawai PT Adaro Andalan Indonesia

Bantu UMKM Berkembang, Univrab dan STTP Dampingi Usaha Bata Ringan di Pekanbaru

'Mutiny': Balas Dendam Brutal Jason Statham di Kapal Kargo

Kabar Penyanderaan 9 Perempuan di Jila Terjawab, Ini Penjelasan Polres Mimika

Gelandang Belanda Keturunan Indonesia Tijjani Reijnders Gabung klub Arab Saudi Al Qadsiah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.