Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia dan Belarus Matangkan Roadmap Kerja Sama Jelang Kunjungan Presiden Lukashenko

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia dan Belarus Matangkan Roadmap Kerja Sama Jelang Kunjungan Presiden Lukashenko Doc: Antara
Ket. Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) melakukan pertemuan bilateral di Minsk, Belarus, Jumat (15/5).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov melakukan pertemuan bilateral guna mematangkan peta jalan (roadmap) kerja sama Indonesia-Belarus yang menjadi salah satu deliverables utama dalam kunjungan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda konkret yang akan menjadi bahan pembahasan kunjungan Presiden Lukashenko guna memastikan hasil kunjungan lebih berorientasi praktis (practical-oriented) dalam menghasilkan kesepakatan ekonomi.

“Dokumen tersebut akan menjadi peta jalan terukur, yang mencakup kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, kemanusiaan, sosial budaya dan lainnya,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).

Presiden Belarus Alexander Lukashenko dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada Juli 2026 mendatang.

Kedua menteri juga membahas wacana pembukaan penerbangan langsung antara Indonesia dan Belarus. Perkembangan rencana tersebut akan turut disampaikan dalam rangkaian kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.

Selain itu, kedua pihak mendiskusikan kerja sama terkait visa guna meningkatkan arus wisatawan dan pelaku bisnis. Untuk memperlancar hubungan bilateral, keduanya turut membahas rencana pembukaan Kedutaan Besar RI di Minsk.

Pada sektor industri strategis, kedua negara mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik, semikonduktor, serta pasokan pupuk potash dari Belarus yang dikenal memiliki cadangan melimpah. Kerja sama itu dinilai sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri hilir dan ketahanan pangan.

Sementara di bidang perdagangan, kedua pihak turut membahas perkembangan ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Adapun Menlu Ryzhenkov menyampaikan bahwa parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut dan saat ini dokumen berada di meja Presiden Belarus untuk ditandatangani. Indonesia sendiri menargetkan ratifikasi pada paruh kedua 2026.

Lebih lanjut, kedua pihak juga berdiskusi mengenai program pengiriman pelajar dan tenaga profesional asal Indonesia, termasuk di bidang kesehatan, ke berbagai institusi kesehatan Belarus yang dikenal memiliki standar baik.

Airlangga menyambut baik usulan tersebut dan menekankan agar program dapat diperluas ke bidang yang menjadi fokus Presiden RI, yakni Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

53 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.