BNPB Ungkap 11 Bencana Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026, 15:48 WIB

JAKARTA - BNPB mencatat sebanyak 11 kejadian bencana terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Rabu 13 Mei 2026 hingga Kamis 14 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, lima kejadian dinilai menonjol dan masih dalam penanganan pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.

Ket. Foto: — Sumber: BPBD Kabupaten Tanah Datar

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering,” ujar Abdul Muhari, Kamis (14/5).

Menurut dia, ancaman bencana masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Potensi bencana yang perlu diantisipasi meliputi banjir, gerakan tanah, cuaca ekstrem, hingga kekeringan.

Salah satu kejadian yang mendapat perhatian ialah banjir di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu 13 Mei 2026. Bencana tersebut berdampak pada 275 kepala keluarga (KK) atau 252 jiwa serta 122 unit rumah.

BNPB menyebut kondisi banjir mulai berangsur surut. Namun, sejumlah wilayah masih sulit diakses akibat jembatan putus dan pendataan dampak masih terus dilakukan.

Selain itu, kekeringan di Kabupaten Bondowoso berdampak pada 89 KK. BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan dua unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

Sementara itu, gerakan tanah di Kabupaten Cilacap yang terjadi sejak 6 Mei 2026 berdampak pada 11 KK, dengan empat KK di antaranya mengungsi. Kerusakan meliputi tiga rumah rusak ringan, tujuh rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat.

Di Kabupaten Kolaka Timur, banjir berdampak pada 282 KK dan 276 rumah. Kondisi banjir dilaporkan telah surut.

Sedangkan banjir di Kabupaten Kolaka berdampak pada 595 KK atau 2.062 jiwa serta 587 unit rumah. Genangan air kini mulai surut dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing.

BNPB juga memantau aktivitas tiga gunung api berstatus Level III atau Siaga yakni Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru.

Abdul Muhari mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana.

“Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” kata Abdul Muhari. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.