Pemkab Ngawi Pasang Target Ambisius, Luas Panen Padi Tembus 169 Ribu Ha
Kamis, 14 Mei 2026, 22:15 WIBNGAWI â Peningkatan luas panen padi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
Bertambahnya area panen tidak hanya berpengaruh terhadap kenaikan produksi beras, tetapi juga membantu menjaga stabilitas pasokan dan menekan risiko gejolak harga pangan.
Upaya ini perlu didukung melalui perbaikan irigasi, penyediaan benih unggul, optimalisasi lahan, hingga perlindungan lahan pertanian agar produktivitas tetap terjaga dan keberlanjutan sektor pangan dapat diperkuat dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jatim, menargetkan luas panen padi mencapai 169.000 hektare pada 2026 melalui peningkatan produktivitas dan intensifikasi pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi Supardi, dalam keterangannya di Ngawi, Jatim, Kamis, mengatakan luas panen padi 169.000 hektare tersebut merupakan target yang ditetapkan Kementerian Pertanian.
Sementara, luas baku sawah di Kabupaten Ngawi saat ini sekitar 49.000 hektare.
"Untuk mencapai target tersebut, kami menyiapkan strategi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 2,8 serta peningkatan produktivitas gabah per hektare," ujarnya.
Ia menjelaskan guna mendukung IP 2,8, Pemkab Ngawi mendorong percepatan masa tanam serta penguatan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan untuk mengoptimalkan capaian produksi tanpa penambahan perluasan lahan secara signifikan.
Selain itu, Pemkab Ngawi juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi anomali cuaca El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada Juli-Agustus 2026, melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan dan optimalisasi program electricity for farming (e-farm) dengan penggunaan sumur submersible di titik-titik kritis.
Dalam upaya menggenjot luas lahan panen, DKPP Ngawi juga memberi perhatian di lahan pertanian yang bergantung pada sumber air waduk seperti Waduk Sangiran dan Waduk Pondok, mengingat ketergantungan terhadap curah hujan cukup tinggi.
"Musim tanam di daerah pertanian yang irigasi mengandalkan waduk harus diperhatikan kebutuhan air agar optimal. Tujuan utamanya adalah meminimalkan risiko gagal panen," kata dia.
Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkab Ngawi optimistis target luas panen padi 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat peran daerah sebagai lumbung padi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mencatat produksi padi di wilayah Ngawi rata-rata per tahun mencapai 770 ribu ton gabah kering giling (GKG).
- Pemkab Ngawi
- luas panen padi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.