Setoran Pajak Ngebut 30,4%, Tapi APBN Februari Tetap Boncos Rp135,7 Triliun

Jumat, 06 Mar 2026, 23:00 WIB

JAKARTA – Di atas kertas, kabar tentang penerimaan pajak yang masih tumbuh seharusnya menjadi angin segar bagi kas negara.

Namun realitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari justru menunjukkan cerita yang sedikit ironis: pemasukan memang naik, tetapi dompet negara tetap saja mencatat defisit.

Ket. Foto: Dirjen Pajak Bimo Wijayanto (kiri) dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam taklimat media di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026). — Sumber: ANTARA/ Imamatul Silfia

Ibarat seseorang yang gajinya bertambah, tetapi tagihan dan kebutuhan hidup meningkat lebih cepat, saldo di rekening pun tetap menipis.

Situasi ini menggambarkan tantangan klasik pengelolaan fiskal. Di satu sisi pemerintah berupaya mengoptimalkan penerimaan, terutama dari pajak.

Di sisi lain, kebutuhan belanja negara—mulai dari program sosial hingga pembangunan—terus menekan ruang fiskal. Hasilnya, meski mesin pajak tampak bekerja, APBN tetap harus menelan kenyataan bahwa pemasukan belum mampu mengejar laju pengeluaran.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 28 Februari 2026, meski penerimaan pajak mengalami pertumbuhan sebesar 30,4 persen.

“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama tahun 2026 ini tumbuh sebesar 30 persen, baik di Januari maupun Februari, artinya stabil di sana. Dan kami pastikan itu akan stabil terus ke depan,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (6/3).

Secara rinci, pendapatan negara terkumpul sebesar Rp358 triliun atau 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun, tumbuh sebesar 12,8 persen.

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp290 triliun atau 10,8 persen dari target, tumbuh sebesar 20,5 persen.

Penerimaan ini diperoleh dari pengumpulan pajak sebesar Rp245,1 triliun (10,4 persen dari target, tumbuh 30,4 persen) serta kepabeanan dan cukai Rp44,9 persen (13,4 persen dari target, terkoreksi 14,7 persen).

Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terkumpul sebesar Rp68 triliun atau 14,8 persen dari target, turun sebesar 11,4 persen.

Dari sisi belanja negara, nilai realisasi mencapai Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari target Rp3.842,7 triliun, meningkat sebesar 41,9 persen.

Belanja pemerintah pusat telah tersalurkan sebesar Rp345,1 triliun atau 11 persen dari target, melonjak 63,7 persen.

Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L) tercatat sebesar Rp155 triliun (10,3 persen dari target, tumbuh 85,5 persen), sedangkan belanja non-K/L tercatat sebesar Rp191 triliun (11,7 persen dari target, naik 49,4 persen).

Untuk transfer ke daerah (TKD), nilai realisasi tercatat sebesar Rp147,7 triliun atau 21,3 persen dari target, tumbuh sebesar 8,1 persen.

Dengan kinerja itu, keseimbangan primer mengalami defisit Rp35,9 triliun. Keseimbangan primer mencerminkan kemampuan negara mengelola utang.

Sedangkan pembiayaan terealisasi sebesar Rp164,2 triliun atau 23,8 persen dari target APBN sebesar Rp689,1 triliun.

  • Kemenkeu
  • defisit APBN
  • penerimaan pajak

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.