• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Inisiasi Jantara, Dompet D...

Inisiasi Jantara, Dompet Dhuafa Ubah Dana Zakat Jadi Modal Ekonomi Peternak Desa

Selasa, 12 Mei 2026, 16:45 WIB

JAKARTA - Dompet Dhuafa memperluas program pemberdayaan peternak kurban di wilayah Getasan, Kabupaten Semarang melalui inisiatif baru bernama Jantara atau Jaringan Tani Ternak sebagai upaya mendorong ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Program Jantara dikembangkan sebagai lanjutan dari pengelolaan peternakan terpusat melalui DD Farm yang telah berjalan sejak 2021 di Kendal, Jawa Tengah. Melalui skema baru ini, Dompet Dhuafa mulai memperluas jaringan peternakan rakyat agar manfaat pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa secara berkelanjutan.

Ket. Foto: Salah satu peternak mitra, Kabul Budiono mengaku mendapat banyak manfaat sejak bergabung dalam program tersebut. — Sumber: Istimewa

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan mengatakan evaluasi program dilakukan pada akhir 2025 sebelum akhirnya lembaganya memutuskan membangun jaringan peternakan yang lebih luas.

"Di akhir 2025 kami menginisiasi untuk membuat jaringan peternakan yang lebih besar lagi agar kebermanfaatannya bisa dirasakan langsung oleh peternak-peternak," kata Zaini saat kegiatan Press Touring The Kurban Series 1447 H di Getasan, Semarang, Selasa (12/5).

Saat ini, sebanyak 50 ekor domba dikelola di wilayah Getasan dan 50 ekor lainnya berada di Kendal. Total ternak tersebut disalurkan kepada kelompok peternak lokal sebagai bagian dari pengembangan program pemberdayaan berbasis masyarakat.

Zaini menegaskan program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Dompet Dhuafa agar dana zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan terus bergulir dan menciptakan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat penerima manfaat.

"Poinnya adalah dari program yang sudah kami jalankan ini merupakan tanggung jawab dari Dompet Dhuafa untuk tidak hanya sekadar mendistribusikan dana zakat, tapi dana zakat yang dikelola oleh kami dirasakan manfaatnya tidak hanya satu kali, tapi dia terus bergulir dan sustain sampai hari ini," ujarnya.

Berdasarkan dokumen kegiatan yang diterima media, Dompet Dhuafa menggelar agenda Press Touring The Kurban Series 1447 H pada 11-13 Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 30 jurnalis dari media cetak, online, dan televisi. Kegiatan itu bertujuan memperkenalkan program peternak mitra kurban sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pemilihan hewan kurban yang sehat dan berkualitas. 

Kepala Desa Tolokan, Dwi Wahono mengatakan kehadiran program Dompet Dhuafa telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa, mulai dari sektor peternakan hingga dukungan terhadap kebutuhan dasar warga seperti air bersih.

"Harapan saya dengan adanya program ini akan berkembang, dari yang saat ini ada lima mudah-mudahan tahun depan bisa sepuluh karena saya melihat hasilnya cukup bagus," ujar Dwi.

Ia menambahkan Dompet Dhuafa juga telah membantu masyarakat melalui pembangunan pipanisasi air sepanjang 1.000 meter, sumur bor, hingga program sedekah sayur yang dinilai bermanfaat bagi warga sekitar. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya desa memperkuat ketahanan pangan di tengah kenaikan harga berbagai komoditas.

Salah satu peternak mitra, Kabul Budiono mengaku mendapat banyak manfaat sejak bergabung dalam program tersebut. Ia mengatakan para peternak tidak hanya menerima ternak, tetapi juga mendapatkan pelatihan teknis terkait penggemukan hingga penanganan penyakit hewan.

"Jadi kita pun dididik dari awal itu, dari belum tahu kita beternak penggemukan seperti apa, itu dikasih tahu semua, dari tentang mengatasi penyakit," kata Kabul.

Menurut Kabul, pada 2025 wilayahnya sempat menerima sekitar 95 ekor hewan kurban. Tahun ini, peternak lokal mulai diberi kepercayaan untuk mengelola ternak dari awal hingga siap dipasarkan untuk kebutuhan kurban.

Melalui program Jantara, Dompet Dhuafa berharap dapat melahirkan lebih banyak peternak mandiri sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa berbasis peternakan rakyat di Jawa Tengah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.