Kemen-UMKM: Posisi Ekonomi Digital RI di Asean Dongkrak UMKM Naik Kelas

Jumat, 19 Jun 2026, 02:18 WIB

BANJARMASIN - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI mengatakan posisi ekonomi digital Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara menjadi peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan pasar.

“Indonesia saat ini berada pada momentum strategis perkembangan ekonomi digital dengan nilai diperkirakan sekitar 100 miliar dollar AS dan tetap jadi salah satu terbesar di Asia Tenggara,” kata Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM Yogia Prihartiny di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6).

Ket. Foto: Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM RI Yogia Prihartiny (tengah) didampingi Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia Yose Tireza Arizal (kanan) menyapa para pelaku UMKM di sela-sela kegiatan Program Kota Masa Depan UMKM di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6). — Sumber: ANTARA/Tumpal Andani

Menurut dia, lebih dari 82 persen penduduk Indonesia telah memiliki akses internet, sementara jumlah pengguna internet aktif mencapai lebih dari 235 juta orang yang menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk dan jasa secara digital.

Selain itu, jumlah pengguna aktif perdagangan elektronik di Indonesia diproyeksikan mencapai 206 juta hingga lebih dari 215 juta orang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar digital dan pengguna belanja daring terbesar di kawasan Asia.

“Potensi ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM kita untuk naik kelas. Era digital menjadikan daya saing tidak hanya ditentukan oleh lokasi usaha, tetapi juga kemampuan memanfaatkan inovasi teknologi, data, dan jaringan digital,” ujar Yogia pada kegiatan Program Kota Masa Depan UMKM yang digelar Grab dan OVO di Banjarmasin.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi digital nasional ditopang pesatnya perkembangan perdagangan elektronik, layanan transportasi dan pengantaran berbasis digital, pembayaran digital, serta berbagai inovasi teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Transformasi digital, kata dia, memungkinkan UMKM meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, mengoptimalkan pengelolaan data dan informasi, serta memperkuat kolaborasi dan kemitraan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital juga mendorong perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan akses layanan berbasis digital sehingga pelaku UMKM perlu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha.

“Digitalisasi diharapkan mampu mendorong UMKM berevolusi menjadi kekuatan ekonomi baru yang tidak hanya berdaya saing di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi secara berkelanjutan,” ujar Yogia. Ant

  • Digitalisasi UMKM

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.