Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Minta Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 01:10 WIB | Oleh:
AS Minta Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz Doc: Kent NISHIMURA/AFP
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, pada Selasa (5/5) mengatakan Misi AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang menyiapkan resolusi yang akan melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

“Atas arahan Presiden Trump, AS, bersama Bahrain dan mitra Teluk kami, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, menyusun Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” sebut pernyataan pers Departemen Luar Negeri AS.

Rancangan resolusi tersebut mendesak Iran untuk menghentikan serangan, dugaan penanaman ranjau di Selat Hormuz, serta pungutan biaya, dan juga mengharuskan Iran mengungkapkan lokasi ranjau laut.

Washington berharap resolusi tersebut akan segera diputuskan dalam beberapa hari mendatang setelah konsultasi dengan anggota Dewan Keamanan PBB lainnya.

Pada akhir April, Menteri Perang AS Pete Hegseth menolak berkomentar mengenai kapan militer AS akan menyelesaikan upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz yang diduga ditanam di wilayah tersebut.

Presiden Trump mengatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk meningkatkan kegiatan pembersihan ranjau hingga tiga kali lipat di selat tersebut serta menembak setiap kapal Iran yang diduga menanam ranjau di jalur perairan itu.

Siap Berdialog

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat melakukan pembicaraan via telepon dengan perdana menteri terpilih Irak, Ali al-Zaidi mengatakan Iran siap menjalin dialog dalam kerangka hukum internasional, namun tidak akan tunduk pada ancaman kekerasan.

Pezeshkian mengatakan bahwa masalah mereka adalah AS di satu sisi, menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran, dan di sisi lainnya, AS berharap Iran duduk di meja perundingan dan pada akhirnya menyerah pada tuntutan sepihaknya.

“Kondisi semacam itu mustahil terwujud,” sebut Pezeshkian dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor Kepresidenan Iran.

Iran pada dasarnya tidak menganggap perang dan ketidakamanan sebagai opsi yang menguntungkan.

Pezeshkian juga menekankan bahwa Iran tidak boleh mengorbankan teknologi nuklirnya. Dia juga menyebut AS seolah-olah mengatakan Iran tidak boleh memiliki industri nuklir dan memberlakukan tekanan tambahan kepada Iran dengan mengajukan tuntutan yang berlebihan.

Pada keseluruhan perundingan sebelumnya, Iran katanya sepenuhnya siap memberikan, sesuai dengan kerangka regulasi internasional dan pemantauan global, segala hal yang dianggap perlu di bawah norma-norma internasional guna memastikan aktivitas nuklirnya bersifat damai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.