Tekanan Global Dorong Iran Kembali ke Diplomasi

Rabu, 06 Mei 2026, 01:00 WIB

TEHERAN – Sejumlah pemimpin dunia pada Selasa (5/5), meningkatkan tekanan terhadap Iran agar kembali ke jalur diplomasi guna mengakhiri konflik di Timur Tengah, menyusul runtuhnya gencatan senjata dan meningkatnya ketegangan di kawasan.

Eskalasi terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat terlibat baku tembak di Selat Hormuz. Di saat yang sama, Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal dan drone dari Iran, yang menjadi insiden pertama sejak gencatan senjata diumumkan hampir sebulan lalu.

Ket. Foto: Kanselir Jerman Friedrich Merz saat kunjungan ke barak tentara Jerman di Munster, Jerman, pada 30 April 2026. — Sumber: AFP/DANIEL REINHARDT

Jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu. Iran menegaskan tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Seperti dikutip dari AFP, Kanselir Jerman Friedrich Merz mendesak Teheran kembali berunding dan berhenti “menyandera kawasan dan dunia”. Seruan serupa juga disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Arab Saudi turut menyerukan deeskalasi dan penyelesaian melalui jalur politik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa konflik tidak memiliki solusi militer. “AS harus berhati-hati agar tidak diseret kembali ke rawa oleh para simpatisan. Begitu juga seharusnya UEA. Project Freedom adalah Project Deadlock,” ujarnya.

Eskalasi Berbahaya

Di lapangan, ketegangan terus meningkat. Uni Emirat Arab menyebut serangan Iran sebagai “eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang tidak dapat diterima” setelah instalasi energi di Fujairah menjadi target dan melukai tiga warga.

Sementara itu, Amerika Serikat mengklaim telah menenggelamkan sejumlah kapal kecil Iran. Namun, Teheran membantah klaim tersebut dan menuduh Washington menyebabkan korban sipil.

Seorang pejabat militer Iran menyatakan, “Apa yang terjadi adalah produk dari petualangan militer AS untuk membuat lorong bagi kapal untuk secara ilegal melewati Selat Hormuz. Militer AS harus bertanggung jawab atas hal itu.”

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan operasi “Project Freedom” untuk mengawal kapal keluar dari Teluk sebagai misi kemanusiaan. Namun, implementasinya masih belum jelas dan dinilai berpotensi memperbesar risiko konfrontasi langsung.

Ketegangan di Selat Hormuz berdampak signifikan pada pasar global. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen, memperburuk tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya energi.

Konflik juga meluas ke wilayah lain. Di Lebanon, bentrokan antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali terjadi, menambah kompleksitas situasi keamanan kawasan.

Dengan meningkatnya eskalasi di berbagai titik, para pemimpin dunia menilai jalur diplomasi menjadi satu-satunya opsi realistis untuk mencegah konflik yang lebih luas serta menjaga stabilitas energi dan ekonomi global.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karnaval HUT Ke-81 RI di Babel Makin Meriah, Seribuan UMKM Ikut Ambil Bagian!

14 Personel Sudin Gulkarmat Jaksel Padamkan Kebakaran di Gedung KPK

Kuota Internet Cepat Habis, Ini Dia Biang Keroknya, Bikin Kantong Jebol!

RSCM Siapkan Terobosan Medis, Layanan Sel Punca Jadi Andalan Terapi Regeneratif

Kaltim Genjot SDM Digital! Festival Literasi Resmi Dibuka, Ini Tujuannya

Berakit-rakit Dahulu Menuntut Ilmu di Sekolah Kemudian, Keseharian Pagi Anak-anak Sadang Menuju Tepian Waduk Saguling

Ada Apa Tiba-tiba DPR Desak Imigrasi Evaluasi Pengawasan WNA di Bali?

Huawei Pura 90s Series Resmi Hadir di Indonesia, Segini Harganya!

Kabar Baik untuk Warga NTT! Menhub Pastikan Fasilitas Transportasi Terdampak Gempa Segera Diperbaiki

Soal Kuota Internet, Menkomdigi Terbitkan SE Wajibkan Operator Seluler Patuhi Putusan MK

Pendaftar Membeludak, Warga Lokal Tetap Jadi Prioritas Utama Volunteer MotoGP Mandalika 2026

Program 3 Juta Rumah Bergerak! PP Properti Siap Serah Terima 1.300 Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

PMI Kota Tangerang canangkan Bulan Dana Targetkan di Atas Rp1 Miliar

Komisi Organisasi Muktamar NU Bahas Perubahan AD-ART Secara Tertutup

Bikin Penasaran, AD/ART NU Bakal Berubah? Komisi Organisasi Muktamar NU Mulai Bahas Persoalan Serius Ini

Perajin Kriya Payakumbuh Dapat Program Akselerasi dari Kemenekraf Dorong Ekraf Bangkit Pasca Bencana

Tim SAR kembali Temukan Dua Wisatawan di Pantai Karangpapak Garut

Indonesia-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi Terbarukan

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian di Makassar

UMKM Babel Bersiap Naik Kelas! Explore Babel Jadi Ajang Tingkatkan Kapasitas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.