RSJPD Harapan Kita Soroti Tingginya Angka Kematian akibat Gagal Jantung di Indonesia

Rabu, 06 Mei 2026, 18:15 WIB

JAKARTA - Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita mengungkapkan tingginya angka kematian akibat gagal jantung di Indonesia. Karena itu, hal tersebut menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian luas.

“Yang jadi masalah itu bukan angka kejadiannya sekitar 5 persen, tapi kematiannya mencapai 34 persen. Artinya, satu dari tiga pasien yang dirawat bisa meninggal karena gagal jantung,” kata Dokter Spesialis Jantung RSJPD Harapan Kita, Prof Bambang Budi Siswanto, saat diwawancarai awak media dalam Seminar Awam, Kampanye Kesehatan dan Penapisan dini kesehatan Jantung di Jakarta Barat, Rabu (6/5).

Ket. Foto: Dokter Spesialis Jantung RSJPD Harapan Kita, Prof Bambang Budi Siswanto — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat Indonesia berada pada posisi yang memprihatinkan dalam angka kematian akibat penyakit jantung. Menurut Prof Bambang, banyak kasus gagal jantung tidak terdeteksi sejak dini sehingga pasien baru datang berobat saat kondisinya sudah berat.

“Tadi sekitar 5 persen kejadiannya, tapi yang lebih bahaya karena sering kali tidak ketahuan. Ketika terdeteksi, angka kematiannya sudah sangat tinggi,” ujarnya.

Prof Bambang menegaskan, deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci untuk menekan risiko kematian akibat gagal jantung. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal seperti mudah lelah, sesak napas, hingga pembengkakan pada kaki, karena bisa menjadi tanda gangguan fungsi jantung yang serius.

“Deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci menekan risiko kematian akibat gagal jantung. Jangan abaikan gejala awal seperti mudah lelah, sesak napas, dan pembengkakan kaki,” kata Prof Bambang menegaskan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.