Menekraf Tekankan Inklusivitas dan Keberlanjutan di WCCE 2026

Rabu, 06 Mei 2026, 17:55 WIB

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan konferensi ekonomi kreatif dunia atau World Conference on Creative Economy (WCCE) tahun 2026 mengedepankan ekonomi kreatif yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.

“Jadi WCCE menegaskan bahwa ekonomi kreatif bersifat inklusif melampaui batas geografis, gender, dan strata ekonomi. WCCE sendiri berfungsi untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif di level global dan menjadi platform agenda setting kebijakan internasional,” kata Riefky saat konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Rabu (6/5).

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam acara konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Rabu (6/5). — Sumber: ANTARA/Fitra Ashari

Tahun ini WCCE tetap memiliki prinsip utama Inclusively Creative namun mengangkat tema dan semangat baru yakni Collective Continuity yang menegaskan pentingnya keberlanjutan ekosistem ekraf.

Riefky mengatakan dengan kolaborasi para pemangku kepentingan secara kolektif memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dunia menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi global.

WCCE 2026 merupakan salah satu kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki Indonesia akan dihadiri sekitar 80 negara dengan tujuan yang sama yakni memajukan industri dan ekosistem ekonomi kreatif global.

Acara ini didukung dua organisasi besar PBB yang berfokus pada ekonomi kreatif yaitu UN Trade and Development (UNCTAD) dan organisasi intelektual properti dunia atau WIPO.

WCCE pertama kali digelar di Bali tahun 2018 dan tahun ini Jakarta dipilih sebagai tuan rumah WCCE 2026 yang juga membawa misi untuk Jakarta menuju kota global.

Agenda WCCE juga menjadi agenda prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN Presiden Prabowo dan masuk dalam rencana hidup ekonomi kreatif 20 tahun ke depan.

Gelaran WCCE 2026 yang dilaksanakan Kemenekraf bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri juga memiliki tujuan khusus yakni mendorong visi bersama stakeholder dari nasional dan internasional untuk memasukkan Jakarta Vision for Creative Economy sebagai kebijakan ekonomi kreatif global di sidang PBB tahun 2027.

"Harapannya dengan ini kita dapat mengatasi tantangan bersama, mengeksplorasi solusi, membentuk masa depan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan," kata Riefky.

Acara akan berlangsung di JI Expo Kemayoran Jakarta tanggal 21-23 Oktober 2026, dengan sejumlah agenda kolaboratif bersama pelaku industri diantaranya Screenverse oleh Dyandra Event Solutions yang akan menampilkan ekosistem film, game, streaming dan konten digital, serta Kult Kreo dari Dayakrea Mega Pradana yang mendorong monetisasi kekayaan intelektual di bidang fashion, musik dan pop culture. Ant

  • Menekraf

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.