Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PIDI - DIGDAYA x Hackathon 2026, Flip Soroti Pentingnya Ubah Mindset Jadi Inovasi Nyata

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 13:05 WIB | Oleh:
PIDI - DIGDAYA x Hackathon 2026, Flip Soroti Pentingnya Ubah Mindset Jadi Inovasi Nyata Doc: PIDI
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Stella Christie menekankan, di tengah pesatnya perkembangan AI, penting untuk menyiapkan talenta digital.

Transformasi digital Indonesia tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi, tetapi harus dimulai dari perubahan cara berpikir. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Studium Generale Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x Hackathon 2026 yang mengusung tema Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital. 

PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026 merupakan inisiatif nasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama OJK, industri, dan berbagai mitra strategis untuk mendukung transformasi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa melalui inisiatif ini, BI membekali talenta digital muda dengan kompetensi teknis di bidang inovasi digital dan kewirausahaan. “Ini adalah momentum bagi kita semua untuk berubah, belajar, dan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai kepentingan yang bermanfaat,” ujar Perry dalam peluncuran PIDI di Jakarta Kamis (30/4/2026).

Dalam sesi Studium Generale PIDI bertema Shaping Indonesia’s Digital Minds: Building Talent for an Innovation-Driven Economy Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi  RI Prof. Stella Christie menekankan, di tengah pesatnya perkembangan AI, penting untuk menyiapkan talenta digital yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat mengevaluasi dan mengarahkannya secara kritis.

Mengacu pada berbagai proyeksi global, termasuk World Economic Forum, diperkirakan hingga 2030 akan tercipta sekitar 170 juta pekerjaan baru. Namun, sekitar 92 juta pekerjaan juga akan terdampak atau hilang. Bahkan, sekitar 39% keterampilan inti pekerja diproyeksikan akan berubah.

“Transformasi digital dimulai dari cara berpikir, bukan teknologinya. Di tengah perubahan yang begitu cepat, kita tidak boleh terjebak pada hype. Yang perlu dikembangkan adalah keterampilan yang berpusat pada manusia, seperti creative dan analytical thinking, talent management, kepemimpinan, hingga kemampuan beradaptasi. Jika tidak ingin tergantikan dalam jangka pendek, kita harus melatih keterampilan yang tidak mudah direplikasi oleh AI,” jelas Prof. Stella.

Perspektif tersebut kemudian tercermin dalam praktik di lapangan, salah satunya melalui pengalaman perusahaan teknologi finansial Flip dalam membangun solusi berbasis kebutuhan nyata pengguna. 

Rafi Putra Arriyan, Co-Founder Flip membagikan perjalanan Flip dalam sesi “Turning Mindset into Real-World Innovation”. Ia menekankan bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari ide besar, tetapi dari pemahaman mendalam terhadap masalah yang benar-benar dirasakan pengguna.

“Flip dimulai dengan memberikan solusi inovatif dari satu masalah finansial yang paling riil, yaitu mengirim uang. Namun seiring kami semakin memahami kebutuhan pengguna, inovasi yang sesungguhnya terjadi ketika kita tetap dekat dengan mereka dan memahami kebutuhan mereka. Dengan begitu, kita bisa menemukan berbagai masalah lain yang berkaitan dengan cara mereka berbelanja hingga menabung.”

Berawal dari solusi sederhana untuk menghilangkan biaya transfer antar bank, Flip terus berkembang dengan mengikuti kebutuhan pengguna yang semakin kompleks, mulai dari pembayaran berbagai kebutuhan, transfer ke luar negeri, hingga fitur yang terintegrasi dengan ekosistem digital di Indonesia. Saat ini, Flip telah melayani lebih dari 16 juta pengguna di Indonesia. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin luasnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. 

Rafi juga menyoroti bahwa banyak inovasi gagal karena hanya menarik secara konsep, tetapi tidak relevan dengan kebutuhan nyata pasar. Pengalaman awal Flip menunjukkan bahwa memahami “pain point” pengguna jauh lebih penting dibanding sekadar membangun solusi yang terlihat canggih.

“Start small mindset. Dulu kami pikir inovasi berarti menciptakan sesuatu yang belum pernah ada. Ternyata, inovasi yang paling sulit adalah memberikan solusi yang tetap relevan terhadap masalah yang terus berubah. Bagi kami inovasi membutuhkan keberanian, kerendahan hati, kolaborasi, dan kesabaran,” tutup Rafi.

Kombinasi antara pola pikir yang tepat dan eksekusi berbasis kebutuhan nyata menjadi kunci dalam membangun inovasi berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan generasi muda, PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026 diharapkan dapat melahirkan talenta digital unggul serta solusi inovatif yang siap diimplementasikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...

Aset Negara Harus Diselamatkan, Hotel Sultan Dieksekusi

14 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...

Iran Akan dibombardir Selama Dua Tahun Penuh

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Iran Akan dibombardir Selam...

Piala Dunia, Swiss Yakin Akan Gulung Bosnia  

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Swiss Yakin Ak...

Ekspor Kakao Tetap Berjalan Baik dan Bahkan Tumbuh

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ekspor Kakao Tetap Berjalan...

Makassar Klaim Akan Sukses Verifikasi SPMB

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Makassar Klaim Akan Sukses ...
Megapolitan
Wali Kota Depok: Berikan Da...

Tiga Negara Super Power Ini Harus Hancurkan Nuklir

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Tiga Negara Super Power Ini...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.