IHSG Hari Ini Bikin Geger! Sempat Tembus 17.000 Lalu Terkoreksi, Tapi Masih Menguat dari Akhir Pekan lalu
📅 Senin, 04 Mei 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMiliter AS menyatakan inisiatif tersebut akan melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta 15.000 personel militer. Namun, Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) belum memberikan rincian lebih lanjut terkait implementasinya.
Arah harga minyak masih menjadi ketidakpastian utama bagi perekonomian global di tengah konflik Iran. Pekan lalu, harga minyak mentah melonjak sekitar 8 persen akibat kekhawatiran terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz.
Indikator aktivitas manufaktur di Asia juga menunjukkan adanya gangguan rantai pasok akibat konflik Timur Tengah.
"Data Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan bahwa meskipun bulan lalu produksi meningkat di negara-negara besar, hal itu sebagian didorong oleh kekhawatiran mengenai kekurangan pasokan bahan energi dan harga bahan energi yang lebih tinggi karena konflik di Timur Tengah menghambat arus perdagangan," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari lalu, harga energi dan komoditas lainnya meningkat, menekan biaya produksi dan sentimen pasar di kawasan Asia yang bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
Adapun dari penutupan perdagangan IHSG hari ini, frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.441.740 kali dengan volume perdagangan mencapai 60,30 miliar lembar saham senilai Rp21,12 triliun. Sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan.
Secara sektoral, penguatan tertinggi terjadi pada sektor barang konsumen primer sebesar 2,53 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer 1,53 persen, sektor infrastruktur 0,96 persen, dan sektor perindustrian 0,03 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebaliknya, sektor kesehatan turun 1,63 persen, sektor teknologi 1,56 persen, sektor transportasi 1,52 persen, sektor energi 1,20 persen, sektor barang baku 0,69 persen, sektor keuangan 0,16 persen, serta sektor properti 0,01 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!