Pemkab Banyuwangi Terus Dorong Regenerasi Petani lewat Program Jagoan Tani

Kamis, 30 Apr 2026, 13:50 WIB

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus mendorong regenerasi baik petani, peternak, maupun pembudi daya ikan melalui program Jagoan Tani, yang memfasilitasi anak-anak muda menciptakan lapangan kerja sendiri di desanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah memiliki banyak program Jagoan Tani yang mendorong anak-anak muda daerah untuk terjun ke bisnis pertanian, termasuk peternakan dan perikanan.

Ket. Foto: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkunjung ke lokasi budi daya lele milik pemuda di Desa Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA

"Hal ini agar anak-anak muda Banyuwangi bisa menciptakan lapangan kerjanya sendiri," ujar dia di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (30/4).

Bupati Ipuk mencontohkan seorang pemuda asal Desa Purwoharjo, yakni Yogi Deri Hendrawan yang sukses membudi daya lele dengan sistem air jernih dan menjadi inspirasi pemuda lainnya.

"Anak muda jangan malu terjun ke bisnis pertanian dan peternakan karena potensinya terbuka luas, Mas Yogi buktinya dengan budi daya lele bisa sukses dan omzetnya ratusan juta rupiah tiap bulan," kata dia.

Menurut Ipuk, dengan sistem air jernih membuat kualitas lele menjadi lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Ipuk menyampaikan Yogi sukses berbekal pengetahuan yang didapat saat kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya dan berbudi daya sejak 2018.

Sementara itu, Yogi mengawali usaha budi daya lele dengan membuat tiga kolam berukuran 2 m x 5 m, dan sebelumnya juga sempat mendapat bantuan kolam lele dari Dinas Perikanan. Kini usahanya terus berkembang hingga memiliki 50 kolam yang tersebar di tiga lokasi.

"Saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama kuliah, Alhamdulillah didukung penuh oleh orang tua," katanya.

Yogi menceritakan dirinya konsisten menerapkan sistem air jernih, yaitu melakukan penggantian air kolam dua kali dalam sehari untuk menjaga kebersihan kolam, sehingga mengurangi risiko serangan penyakit pada lele.

Untuk menjaga kualitas lele yang dihasilkan, Yogi juga disiplin dalam pemberian pakan dan hanya memberikan pakan khusus ternak tanpa campuran pakan lainnya.

"Kualitas daging lele dari kolam kami tidak berbau lumpur serta memiliki cita rasa yang lebih disukai konsumen. Selain itu, produksi kami juga stabil karena pakannya terukur," kata Yogi.

Ia menambahkan, dari usahanya itu, Yogi bisa panen setiap hari dan rata-rata 6 kuintal hingga satu ton.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.