Dorong Ekonomi Lokal, Kupang Manfaatkan Event PSMTI sebagai Penggerak

Rabu, 29 Apr 2026, 18:00 WIB

KUPANG – Peningkatan aktivitas masyarakat dan ruang usaha mencerminkan menguatnya dinamika ekonomi riil yang ditopang oleh mobilitas yang lebih tinggi, daya beli yang membaik, serta mulai pulihnya kepercayaan pelaku usaha.

Ketika aktivitas ekonomi kembali hidup, permintaan terhadap barang dan jasa ikut meningkat, sehingga mendorong pelaku usaha untuk memperluas kapasitas produksi maupun membuka peluang usaha baru.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kupang Lampion Food Street Market 2026. — Sumber: ANTARA/ PSMTI.NTT

Dari sisi struktural, perluasan ruang usaha menunjukkan adanya respons adaptif terhadap perubahan pola konsumsi dan perkembangan sektor informal maupun digital.

Hal ini menciptakan efek berganda melalui peningkatan serapan tenaga kerja, perputaran uang di daerah, serta tumbuhnya ekosistem usaha skala kecil dan menengah.

Namun, keberlanjutan tren ini sangat bergantung pada stabilitas ekonomi, kemudahan perizinan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.

Tanpa dukungan tersebut, peningkatan aktivitas bisa bersifat siklikal dan tidak berkembang menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih permanen dan inklusif.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mendorong agenda Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) 2026 untuk menghidupkan ekonomi kota melalui peningkatan aktivitas masyarakat dan ruang usaha.

"Kalau kita hidupkan dengan lampion dan aktivitas budaya, ini bisa jadi daya tarik baru bagi masyarakat. Orang datang, kota hidup, ekonomi bergerak,” katanya saat melakukan pertemuan bersama jajaran pengurus PSMTI Kota Kupang, di Kupang, NTT, Rabu (29/4).

Ia menyebut salah satu agenda PSMTI yang patut didukung yakni event Fun Walk dan Festival Lampion.

Adapun Kegiatan Fun Walk sambil memungut sampah direncanakan pada 16 Agustus 2026, sedangkan Festival Lampion Tong Tjiu Pia akan berlangsung pada 25-27 September 2026.

Christian menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang siap menjadi mitra aktif dalam setiap gerakan positif masyarakat.

“Saya dengan hati terbuka siap mendengar. Kalau ada ide dan kegiatan yang bisa kita kolaborasikan, pemerintah kota siap membantu,” katanya.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah Fun Walk PSMTI pada 16 Agustus 2026 menjelang HUT RI, yang tidak hanya berupa jalan santai, tetapi juga disertai aksi memungut sampah di sepanjang rute.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah cerdas dengan menggabungkan olahraga, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan.

“Ini kegiatan yang sangat baik. Tapi kita pastikan jangan hanya seremonial. Kita pilih lokasi yang memang butuh penanganan sampah, supaya dampaknya benar-benar terasa,” ujarnya.

Ia memastikan dukungan pemerintah melalui penyediaan armada pengangkut sampah dan koordinasi lintas perangkat daerah, agar gerakan ini menjadi aksi kolektif yang berdampak nyata bagi kebersihan kota.

Sementara itu, Festival Lampion Tong Tjiu Pia yang akan berlangsung pada 25–27 September 2026 juga mendapat dukungan penuh dari Pemkot Kupang.

Christian mengusulkan agar kawasan di depan Taman Nostalgia (Tamnos) Kupang sebagai lokasi strategis penyelenggaraan festival tersebut.

Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga berpotensi menjadi ikon baru kota sekaligus menghidupkan rencana Car Free Night di kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung penuh dari sisi perizinan, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas, agar kegiatan berjalan aman dan lancar.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang Dedy Tanjung menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Kota Kupang terhadap berbagai program PSMTI.

Ia juga menegaskan seluruh agenda yang dirancang tidak hanya bertujuan mempererat kebersamaan internal komunitas, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Wali Kota dan jajaran. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkontribusi. Kegiatan fun walk nanti bukan sekadar jalan santai, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan kota. Begitu juga festival lampion, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Kupang,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan komunitas dalam membangun Kota Kupang yang bersih, harmonis, dan berbudaya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.