Bukan Janji Manis, Kuota Membludak, Begini Cara Pemprov Papua Tengah Cetak Guru Profesional
📅 Senin, 27 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh: AlfredNABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memfasilitasi 100 guru dari delapan kabupaten untuk menempuh pendidikan Strata Satu (S1) melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Inisiatif strategis ini memberikan peluang bagi para tenaga pendidik yang telah lama mengabdi untuk memperoleh gelar akademik dengan mengonversi pengalaman kerja dan pendidikan nonformal mereka menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, menjelaskan bahwa program yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong ini dirancang agar para guru tetap bisa menjalankan tugas mengajar di sekolah tanpa harus meninggalkan ruang kelas demi menempuh studi formal secara konvensional.
“Program ini mengakui pengalaman kerja dan pendidikan nonformal yang dimiliki guru untuk disetarakan dengan Satuan Kredit Semester (SKS) di perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan, 100 guru yang difasilitasi berasal dari berbagai kabupaten, yakni Nabire sebanyak 39 orang, Dogiyai 13 orang, Deiyai sembilan orang, Paniai 15 orang, Mimika tujuh orang, Puncak sembilan orang, Puncak Jaya lima orang, serta Intan Jaya tiga orang.
Melalui program tersebut para guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar sambil melanjutkan pendidikan, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong dalam pelaksanaan program tersebut guna mempercepat peningkatan kualifikasi guru secara efisien.
“Tahun ini kuota yang disiapkan sebanyak 100 guru, namun jumlah pendaftar sudah mencapai 150 orang,” katanya.
Nurhaidah berharap para peserta dapat menyelesaikan pendidikan hingga tahun 2028 dan selanjutnya mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna meningkatkan profesionalisme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa program RPL merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Guru adalah poros utama dan arsitek peradaban. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program RPL merupakan bentuk keberpihakan Pemprov Papua Tengah kepada guru yang telah lama mengabdi namun belum menyelesaikan pendidikan strata satu (S1).
Ia berpesan agar para peserta menjalani proses pendidikan dengan disiplin serta mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, terutama di wilayah terpencil.
“Ilmu yang diperoleh harus berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan masa depan generasi Papua Tengah,” ujarnya.
Program RPL diharapkan mampu meningkatkan jumlah guru profesional sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!