- Home
-
- Luar Negeri
-
- Eropa Dilanda Gelombang Pa...
Eropa Dilanda Gelombang Panas Terbaru
Selasa, 23 Jun 2026, 02:40 WIBPARIS â Tiga belas orang tewas karena tenggelam akibat suhu yang sangat panas di Prancis selama akhir pekan, dengan gelombang panas diperkirakan akan meningkat mulai Senin (22/6) di sebagian besar Eropa, sehingga memicu peringatan dan langkah-langkah khusus.
Gelombang panas terbaru yang membuat benua itu gerah telah menyebabkan pembatalan acara di luar ruangan, gangguan transportasi, penutupan sekolah, dan permintaan agar pekerja kantoran bekerja dari rumah, sementara pihak berwenang mengeluarkan peringatan kesehatan untuk melindungi para lansia dan kelompok rentan.
Pada Senin, Dinas Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan merah yang jarang terjadi untuk cuaca panas ekstrem, yang merupakan tingkat peringatan tertinggi dari badan cuaca nasional, yang menunjukkan risiko terhadap nyawa dan kemungkinan penutupan infrastruktur utama seperti jalan raya dan jalur kereta api.
Peringatan ini berlaku mulai pukul 09.00 pagi pada hari Rabu (24/6) hingga pukul 21.00 malam pada hari Kamis (25/6) dan mencakup wilayah luas di Inggris tengah dan selatan, termasuk London dan Birmingham, dua kota terbesar di Inggris.
âSuhu di tempat teduh bisa meningkat hingga 38 hingga 40 derajat Celsius di daerah yang terdampak,â demikian peringatan dari Met Office.
Sementara itu di Prancis, 49 dari 96 dinas di negara itu berada dalam status siaga panas tertinggi, dengan suhu diperkirakan naik hingga 43 Celsius di Kota Bordeaux di barat daya dan 39 Celsius di Ibu Kota Paris, menurut Dinas Layanan Cuaca Prancis, Meteo-France.
Unit tanggap darurat pemerintah Prancis memperingatkan masyarakat untuk tidak mencoba mendinginkan diri di area yang tidak diawasi seperti danau dan sungai, setelah beberapa kasus tenggelam pada akhir pekan lalu, termasuk seorang gadis berusia 13 tahun.
Dilaporkan pula bahwa sekitar 845 sekolah ditutup pada Senin karena cuaca panas, sementara 1.800 sekolah lainnya akan mengizinkan siswa pulang lebih awal dari biasanya.
Para peramal cuaca Prancis mengatakan gelombang panas saat ini, yang telah menyebabkan kematian beberapa orang lanjut usia, berpotensi sama seriusnya dengan gelombang panas pada Agustus 2003 yang menewaskan hampir 15.000 orang di Prancis.
Suhu tinggi juga telah menyebabkan pembatalan festival musik jalanan tahunan di beberapa kota di Prancis, sementara penayangan pertandingan sepak bola Piala Dunia Spanyol melawan Arab Saudi di luar ruangan dibatalkan di Madrid.
Pihak berwenang Prancis dan Belgia juga membatalkan atau mengurangi layanan kereta karena kekhawatiran akan kerusakan yang menyebabkan kemacetan dan keterlambatan.
Gelombang panas saat ini adalah yang kedua dalam beberapa bulan berturut-turut, setelah gelombang panas yang luar biasa pada bulan Mei yang memecahkan rekor baru.
Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa gelombang panas yang berulang merupakan penanda jelas dari pemanasan global, dan memperingatkan bahwa gelombang panas tersebut akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.
Meteo-France menyatakan bahwa dari 51 gelombang panas yang tercatat di seluruh negeri sejak tahun 1947, 34 terjadi sejak tahun 2000 dan 26 sejak tahun 2011. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Warga Malang Selatan Geger, Dikira Rudal Balistik BMKG Ungkap Ternyata Sampah Antariksa
-
Lestari Moerdijat: Ketidaksesuaian antara Kebutuhan Pasar Kerja dan Kualitas Pencari Kerja Berpendidikan Tinggi Harus Segera Diatasi
-
Fokus dan Efektivitas Modal Aldila/Janice ke Semifinal
-
Duel Guard Maut: Archibald vs Branch, Siapa Raja Baru di Lapangan GMSB Jakarta
-
Kerajinan Sokung Jelang Imlek di Tulungagung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.