ABPEDNAS Gelar Jaga Desa Awards 2026, Apresiasi Transparansi dan Inovasi Tata Kelola Desa

Minggu, 26 Apr 2026, 15:36 WIB

JAKARTA — Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Indonesia bersama PT Navaswara Bhuwana Kencana menggelar malam penganugerahan ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, Minggu (19/4/2026). Ajang ini menjadi bentuk apresiasi terhadap penguatan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan desa di seluruh Indonesia.

Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama mengatakan, organisasi tersebut tidak hanya menjadi saluran aspirasi masyarakat desa, tetapi juga berperan menjaga demokrasi lokal agar kebijakan di tingkat desa benar-benar berpihak kepada warga.

Ket. Foto: Acara malam penganugerahan ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, pada hari Minggu (19/4). Organisasi ini bersama Kejaksaan RI mengapresiasi desa terbaik dalam pengelolaan keuangan, kepatuhan data, dan inovasi film pendek. — Sumber: ABPEDNAS

“ABPEDNAS tidak hanya menjadi saluran aspirasi masyarakat desa, tetapi juga menjaga denyut demokrasi lokal serta memastikan setiap kebijakan desa benar-benar berpihak pada kepentingan warganya,” ujar Indra Utama.

Momentum penguatan tata kelola desa itu semakin terasa ketika ABPEDNAS menjalin sinergi dengan Kejaksaan Republik Indonesia melalui program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang digagas Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani.

Sejak diluncurkan pada 2023, program tersebut menghadirkan sistem pelaporan tata kelola keuangan desa yang terintegrasi dan berbasis pengawasan kolaboratif. Kehadiran program ini diharapkan mendorong penggunaan dana desa secara lebih transparan, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dana desa benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa menimbulkan persoalan hukum,” kata Reda Manthovani melalui keterangannya pada hari Minggu (26/4).

Ia menegaskan, Jaga Desa bukan sekadar instrumen pengawasan, melainkan juga sarana pendampingan preventif bagi aparatur desa. Melalui program tersebut, kejaksaan hadir memberikan edukasi hukum agar perangkat desa memiliki pemahaman memadai dalam menjalankan pembangunan.

“Kejaksaan hadir memberikan edukasi hukum agar perangkat desa memiliki pemahaman yang memadai, sehingga tidak ragu dalam menjalankan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menambahkan, Jaga Desa merupakan wujud komitmen Kejaksaan RI dalam membina dan mengawal pemerintahan desa agar berjalan transparan, akuntabel, serta terlindungi dari berbagai bentuk pelanggaran hukum. Menurutnya, inisiatif ini sekaligus memberi arahan strategis agar tata kelola pemerintahan di tingkat desa tetap berada dalam koridor hukum dan terhindar dari praktik penyimpangan.

Secara lebih luas, program tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita ke-4 dan ke-6, yakni penguatan sumber daya manusia, pendidikan, serta pembangunan dari desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Desa diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo dalam sambutannya menilai ABPEDNAS memiliki peran penting dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya pengawasan kualitas maupun distribusi program di lapangan agar berjalan optimal.

Menurut Hashim, ABPEDNAS perlu mendampingi pemerintah secara serius dalam menindaklanjuti aduan dan aspirasi masyarakat demi memastikan keberhasilan program-program prioritas nasional.

Melalui berbagai program seperti Jaga Desa, Jaga Dapur MBG, dan Jaga Indonesia Pintar, Kejaksaan RI disebut hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong kemajuan desa.

Apresiasi bagi Desa Berprestasi

ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 menjadi ajang penghargaan bagi desa-desa terbaik dari seluruh Indonesia dalam sejumlah kategori strategis, yakni Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan Desa, Lomba Kepatuhan Entri Data Aplikasi Jaga Desa, serta Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa.

Melalui penghargaan ini, ABPEDNAS berharap praktik-praktik terbaik dari desa dapat menjadi inspirasi nasional bahwa transparansi, akuntabilitas, dan inovasi dari tingkat desa mampu menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang lebih maju.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta sejumlah pejabat negara lainnya.

Managing Director Navaswara Bhuwana Kencana Cahaya Manthovani menyampaikan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari berbagai pihak.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 dapat berjalan lancar dan sesuai rencana, dengan respons positif dari para pemangku kepentingan yang menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendorong tata kelola desa yang transparan dan berkelanjutan,” kata Cahaya.

Daftar Pemenang Nasional

1. Kategori Tertib Pengelolaan Keuangan Desa

  • Juara I: Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
  • Juara II: Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali
  • Juara III: Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

2. Kategori Kepatuhan Entri Data Aplikasi Jaga Desa

  • Juara I: Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah
  • Juara II: Desa Karangkamiri, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
  • Juara III: Desa Aik Rayak, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

3. Lomba Film Pendek ABPEDNAS Jaksa Garda Desa 2026

  • Tema Terbaik: Skakmat – Desa Pengasih, Kulon Progo, DIY
  • Dampak Sosial Terbaik: Musrenbangdes Khusus dan Jaksa Garda Desa Hadirkan Transparansi Menuju Desa Maju Tanpa Korupsi – Desa Selebung, Lombok Tengah, NTB
  • Film Terbaik: Jaga Cowong – Desa Karangmangu, Cilacap, Jawa Tengah
  • Sinematografi Terbaik: Sebelum Tanda Tangan – Desa Tewil, Halmahera Timur, Maluku Utara
  • Skenario Terbaik: Simalakamo – Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
  • Sutradara Terbaik: Jaga Cowong – Desa Karangmangu, Cilacap
  • Aktor Terbaik: Andy Stiawan – Aja Karepe Dhewek
  • Aktris Terbaik: Nek Ningsih – Beas Nu Leungit
  • Film Terfavorit: Awas Ga Sama! – Jakarta Pusat
  • Film Juara Umum: Jaga Cowong – Desa Karangmangu, Cilacap

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada daerah dengan partisipasi terbaik dalam lomba film pendek, yakni Kabupaten Temanggung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Provinsi Jawa Timur.

  • Dana Desa
  • BPD
  • Penghargaan Nasional
  • Tata Kelola Desa
  • ABPEDNAS
  • Jaga Desa Awards 2026
  • Desa Berprestasi
  • Transparansi Desa
  • Akuntabilitas Desa
  • Jaksa Garda Desa
  • Desa Banyubiru
  • Desa Kutuh
  • Desa Tanjungsari
  • Desa Karangmangu
  • Berita Desa

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.