SPHP Jagung Jalan Terus, Bapanas: Pastikan Sampai ke Peternak yang Terdaftar

Rabu, 13 Mei 2026, 18:57 WIB

JAKARTA – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jagung pakan 2026 sudah berjalan sejak 9 Mei 2026. Sampai 12 Mei, Bapanas mencatat penyaluran SPHP jagung pakan mencapai 786,1 ton dan akan terus dilanjutkan.

“Hari ini kita lepas SPHP jagung dan ini akan bergulir terus. Ini sesuai arahan Bapak Presiden yang ditindaklanjuti Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa di Sumedang, Rabu (13/5).

Ket. Foto: Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jagung pakan 2026 sudah berjalan sejak 9 Mei 2026. Sampai 12 Mei, Bapanas mencatat penyaluran SPHP jagung pakan mencapai 786,1 ton dan akan terus dilanjutkan — Sumber: istimewa

Ketut juga menyampaikan pesan khusus dari Kepala Bapanas kepada koperasi dan asosiasi peternak penerima program. Distribusi harus tepat sasaran sesuai data peternak yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Kalau anggotanya 9, berikan ke 9 anggota itu. Jangan ke mana-mana karena ini menyangkut akuntabilitas pendistribusian SPHP jagung,” tegasnya.

*Data Penerima Sudah Ditetapkan*  

Daftar penerima SPHP jagung 2026 tercantum dalam SK Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026. Verifikasi data dilakukan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Harga jagung pakan ditetapkan Rp5.000/kg di Gudang Bulog dan maksimal Rp5.500/kg di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi langsung ke anggota yang terdaftar.

*Realisasi Penyaluran dan Stok*  

Per 12 Mei, Perum Bulog sudah menyalurkan 786,1 ton SPHP jagung pakan. Rinciannya:  

- Kanwil Jawa Timur: 395,5 ton  

- Kanwil Jawa Tengah: 300,8 ton  

- Kanwil Yogyakarta: 70 ton  

- Kanwil Jawa Barat: 10 ton  

- Kanwil NTB: 9,8 ton  

Target penyaluran nasional tahun ini 213,1 ribu ton. Stok Cadangan Jagung Pemerintah per 13 Mei berada di 234 ribu ton. Sementara penyerapan jagung produksi dalam negeri oleh Bulog sudah mencapai 187,6 ribu ton sejak Januari hingga 11 Mei 2026.

Program ini digulirkan untuk meredam harga jagung di tingkat peternak yang sempat melampaui HAP Rp5.800/kg. Jika harga jagung pakan tidak terkendali, harga telur ayam juga berpotensi ikut naik. Anggaran SPHP jagung pakan 2026 disiapkan Rp678 miliar.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat. Gunakan dengan baik dan kendalikan harga. Harapannya harga telur bisa lebih stabil, peternak dapat untung yang wajar,” kata Ketut.

*Harga Masih di Atas HAP*  

Berdasarkan pantauan Bapanas, rata-rata harga jagung di tingkat peternak nasional per 12 Mei masih Rp6.848/kg, atau 18,07% di atas HAP. Dibanding sebulan sebelumnya, harga naik tipis 1,09% dari Rp6.774/kg.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia sudah swasembada jagung pakan. Sejak 2025, impor jagung pakan nol persen.

“Ini hasil kolaborasi dan sinergi sesuai arahan Bapak Presiden. Capaian ini akan dilanjutkan seterusnya,” ujarnya.

Untuk menjaga swasembada, pemerintah menerbitkan Inpres Nomor 3 Tahun 2026. Inpres ini memerintahkan pengadaan jagung dalam negeri 1 juta ton sepanjang 2026 dengan HPP Rp5.500/kg untuk jagung panen berkadar air 18–20%.

  • Program SPHP Bulog
  • Badan Pangan Nasional (Bapanas)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.