Magang Nasional 2025 Tahap I Ditutup, Ciptakan Talenta Siap Kerja

Jumat, 24 Apr 2026, 19:35 WIB

JAKARTA – Program Magang Nasional merupakan instrumen strategis untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dengan menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.

Melalui pengalaman kerja langsung, peserta memperoleh keterampilan praktis, pemahaman budaya kerja, serta jejaring profesional yang sulit didapat di ruang kelas.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Penutupan dan pemberian sertifikasi kompetensi bagi peserta Magang Nasional 2025 Tahap I yang dilakukan secara hibrida di Jakarta, Jumat (24/4/2026). — Sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Dari sisi industri, program ini menjadi kanal untuk mengidentifikasi talenta potensial dengan biaya rekrutmen yang lebih efisien.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas kurikulum magang, relevansi penempatan, serta adanya evaluasi dan sertifikasi yang memastikan standar kompetensi peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi menutup pelaksanaan program Magang Nasional 2025 Tahap I yang sudah bergulir sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.

“Saya tentu mengucapkan selamat kepada adik-adik peserta Magang Nasional Batch I yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan,” kata Menaker Yassierli dalam penutupan Magang Nasional 2025 Tahap I yang dilakukan secara hibrida di Jakarta, Jumat (24/4).

Ia mengatakan saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang melakukan penghitungan terkait berapa banyak peserta Magang Nasional yang pada akhirnya direkrut oleh perusahaan atau industri tempatnya melakukan magang selama kurang lebih enam bulan tersebut.

“Yang di luar kementerian dan lembaga, yang di swasta, berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan saya lihat sangat baik. Ada yang sudah merekrut 20 persen dari yang magang, ada yang sudah 30 persen, dan ini sekarang sedang kita data,” ujar Yassierli.

Ia pun berharap, para peserta yang telah menyelesaikan program Magang Nasional bisa mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, didukung dengan berbagai upaya pemerintah lainnya termasuk salah satunya program sertifikasi kompetensi.

“Kepada adik-adik sekali lagi tetap optimis, tetap semangat, karena belum selesai kita sampai di sini, ada program sertifikasi yang menanti. Manfaatkan kesempatan ini untuk sukses, insya Allah, bagi adik-adik semua di masa yang akan datang,” kata Menaker.

Sementara itu, Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepala Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan sebanyak 1.185 perusahaan berpartisipasi sebagai penyelenggara magang dan melibatkan 5.267 orang mentor.

Lebih lanjut, berdasarkan proses seleksi yang telah dilaksanakan secara menyeluruh, terpilih 14.952 orang peserta Magang Nasional Tahap 1A dan 1.160 Tahap 1B sehingga total 16.112.

“Namun dalam perjalanannya, jumlah peserta aktif mengalami pengurangan, sehingga jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.110 peserta untuk yang 1A, dan 1B 839 sehingga totalnya 11.949 peserta,” kata Anwar.

Adapun peserta yang menyelesaikan program selama 6 bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan peserta yang mengikuti lebih dari 3 bulan, tapi jika kurang dari 6 bulan akan memperoleh surat keterangan.

Bagi peserta, dokumen ini penting sebagai bekal awal untuk menunjukkan pengalaman dan kesiapan kerja secara lebih meyakinkan.

  • Program Magang Nasional

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.