Agar Tidak Rentan Fluktuasi Harga, RI Harus Modernisasi Kilang dan Kembangkan Energi Alternatif
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut dia, penggunaan Singapura lebih karena efisiensi perdagangan dan distribusi, namun hal itu sekaligus menunjukkan bahwa kapasitas kilang domestik belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Selama produksi dan pengolahan minyak di dalam negeri masih terbatas, Indonesia akan terus bergantung pada mekanisme pasar regional. “Singapura itu sebenarnya hanya hub, bukan sumber utama energi. Tapi ketika kita terlalu bergantung pada jalur tersebut, itu menandakan ada kelemahan di dalam negeri,” kata Iyuk.
Kondisi tersebut jelasnya berpotensi menjadi kerentanan strategis, terutama di tengah ketidakpastian global. Gangguan distribusi, volatilitas harga minyak, hingga konflik geopolitik dapat langsung berdampak pada pasokan dan harga BBM di Indonesia. Dalam situasi seperti itu, ketergantungan pada impor dinilai membuat ruang manuver pemerintah menjadi terbatas.
Untuk itu, Iyuk mendorong percepatan penguatan kapasitas energi nasional, terutama melalui pembangunan dan modernisasi kilang domestik oleh Pertamina serta pengembangan energi alternatif. Langkah tersebut penting agar Indonesia tidak hanya mengandalkan efisiensi hub regional seperti Singapura, tetapi juga memiliki ketahanan energi yang lebih mandiri dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Margin Lebih Kecil
Sebelumnya diberitakan kilang-kilang minyak Singapura kini menghasilkan margin yang lebih kecil karena mereka beralih ke bahan baku minyak mentah alternatif dari AS dan Afrika Barat untuk mengimbangi gangguan yang timbul dari konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari The Bussines Times menyebutkan meskipun biaya pengiriman per barel minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ringan dari AS ke Singapura saat ini lebih rendah daripada biaya jenis minyak mentah Timur Tengah yang lebih mahal seperti minyak mentah Oman, namun pertukaran satu lawan satu tidak layak dilakukan,” kata Direktur Riset perdagangan minyak global di S&P Global, Wang Zhuwei.
Hal itu karena kilang-kilang minyak di Singapura sebagian besar dirancang untuk memproses campuran minyak dengan tingkat keasaman sedang. Sebagai informasi, minyak mentah dikategorikan berdasarkan dua faktor, pertama, kepadatannya yaitu, ringan, sedang, atau berat dan kedua tingkat kandungan sulfurnya, di mana kadar yang lebih rendah dianggap manis dan kadar yang lebih tinggi dikenal asam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!