Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Salatiga Juara Lagi, Tegal Melesat Tajam, Ini Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Salatiga Juara Lagi, Tegal Melesat Tajam, Ini Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025 Doc: ANTARA/HO-SETARA Institute
Ket. Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan dalam acara Peluncuran dan Penghargaan IKT 2025 di Jakarta, Rabu (22/4).

JAKARTA - SETARA Institute kembali merilis Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik baik kerukunan di tingkat perkotaan seluruh Indonesia. Dalam publikasi kesembilan ini, Salatiga kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota paling toleran di tanah air, disusul oleh Singkawang dan Semarang. 

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, mengungkapkan adanya dinamika positif dalam peta toleransi nasional tahun ini, yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata nasional menjadi 4,97. Kenaikan tipis namun signifikan ini mencerminkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam ekosistem toleransi meski tantangan pada aspek kepemimpinan politik dan birokrasi masih membayangi sejumlah wilayah dengan skor rendah.

​Berdasarkan hasil studi, sepuluh kota dengan skor toleransi tertinggi secara berurutan diraih oleh Salatiga, Singkawang, Semarang, Pematang Siantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, dan Ambon.

​"Masuknya Kota Tegal dan Kota Ambon dalam 10 skor teratas IKT 2025 menandai dinamika penting dalam peta toleransi nasional," ujar Halili mengomentari hasil pemeringkatan tersebut.

Halili menjelaskan bahwa Tegal mencatatkan kenaikan peringkat yang sangat signifikan, yakni melompat dari peringkat 39 pada IKT 2024 menjadi peringkat 9 pada tahun ini. Kemajuan Kota Tegal tersebut salah satunya ditopang oleh fondasi regulasi berupa Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama.

​Selain membahas kota dengan capaian terbaik, Halili juga menyoroti kondisi kota-kota yang berada di posisi terbawah dan urgensi pembenahan ekosistem toleransi di wilayah tersebut.

​"Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi," kata Halili menegaskan.

​Kelemahan kepemimpinan tersebut kerap bermuara pada kristalisasi favoritisme terhadap kelompok tertentu serta formalisasi peraturan-peraturan daerah yang berbasis agama.

​Secara nasional, studi ini mencatatkan skor rata-rata toleransi di angka 4,97 pada tahun 2025. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,05 dibandingkan skor rata-rata nasional pada tahun 2024 yang berada di angka 4,92.

​Kenaikan skor rata-rata dari skala 1-7 ini mengindikasikan bahwa kondisi toleransi di Indonesia tergolong cukup baik dan terus menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan.

​Adapun objek kajian IKT 2025 mencakup 94 kota dari total 98 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengukuran tersebut mengandalkan empat variabel yang dielaborasi menjadi delapan indikator, meliputi regulasi pemerintah, regulasi sosial, tindakan pemerintah, serta demografi sosio-keagamaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.