Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Makassar Sita 17,8 Juta Batang, Negara Nyaris Rugi Rp18 Miliar

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Makassar Sita 17,8 Juta Batang, Negara Nyaris Rugi Rp18 Miliar Doc: ANTARA/YUsran Uccang
Ket. Ilustrasi -Sejumlah petugas menyusun rokok tanpa cukai hasil sitaan saat pemusnahan barang bukti di Kantor Bea Cukai Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Makassar berhasil menggagalkan peredaran jutaan batang rokok ilegal dalam rangkaian operasi pengawasan intensif di wilayah Sulawesi Selatan. Sejak awal Januari hingga 20 April 2026, petugas menyita sedikitnya 17,8 juta batang rokok ilegal dari 11 kabupaten dan kota di bawah wilayah kerja Bea Cukai Makassar. 

Langkah tegas ini diklaim berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp18,18 miliar. Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Krisna Wardhana di Makassar, Rabu, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan komitmen institusi dalam melindungi stabilitas industri legal serta mengamankan penerimaan negara dari praktik distribusi ilegal yang kian beragam modusnya.

“Ini bukan sekadar penindakan, tetapi upaya melindungi negara, industri legal, dan masyarakat. Kami akan terus menindak pelaku tanpa kompromi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam periode tersebut petugas mengungkap peredaran rokok ilegal dengan total barang bukti mencapai 17.896.320 batang.

Bea Cukai Makassar juga melakukan 149 kali penindakan di 11 kabupaten/kota, dengan total nilai barang hasil penindakan mencapai Rp28,29 miliar dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp18,18 miliar.

Rokok ilegal masih mendominasi pelanggaran dengan 130 kasus. Modus operandi yang ditemukan beragam, mulai dari distribusi terselubung hingga penjualan tanpa pita cukai.

Sebagai bagian dari penegakan hukum, Bea Cukai Makassar juga menerapkan sembilan tindakan ultimum remedium guna mengoptimalkan pemulihan kerugian negara.

Selain rokok ilegal, petugas juga menindak peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal sebanyak 13 kasus dengan barang bukti 819,7 liter senilai Rp158,9 juta dan potensi kerugian negara sekitar Rp92,1 juta.

Penindakan juga dilakukan terhadap narkotika jenis ganja seberat 2,3 kilogram bernilai 14,2 juta serta barang impor atau barang bawaan penumpang berupa kosmetik, obat-obatan, dan uang tunai dengan total nilai ratusan juta rupiah.

Selama periode tersebut, penerimaan negara dari penegakan hukum melalui mekanisme ultimum remedium tercatat sebesar Rp640,9 juta. Selain itu, sanksi administrasi atas pelanggaran pembawaan uang tunai dari luar negeri mencapai Rp49,1 juta.

Krisna menegaskan pelaku peredaran rokok ilegal dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021.

"Kami berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di seluruh wilayah kerja, khususnya peredaran rokok ilegal yang masih menjadi fokus utama. Pendekatan edukatif kepada masyarakat maupun pelaku usaha juga ditingkatkan guna menekan peredaran barang ilegal tersebut," katanya menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.