Wamendag Ungkap 61 Persen UMKM Berkontribusi pada PDB Nasional
Rabu, 22 Apr 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyebut Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini.
Roro mengungkapkan, mayoritas pelaku usaha mandiri di Tanah Air saat ini dikelola oleh kaum perempuan hebat. Menurut dia, sebanyak 64,5 persen dari unit bisnis yang ada di Indonesia berada di bawah kepemimpinan sosok wanita inovatif.
âUMKM ini memegang peran yang sangat amat penting terhadap pertumbuhan ekonomi kita, terhadap PDB kita secara keseluruhan. Yang lebih menarik lagi adalah bahwasannya ternyata 64,5 persen dari existing UMKM yang kita lihat ada di Indonesia dikelola oleh perempuan,â kata Roro di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (22/4).
Ia menyatakan, semangat saling mendukung antarperempuan akan membuat negara Indonesia menjadi jauh lebih produktif dan utuh. Kolaborasi tersebut menjadi bukti kontribusi nyata perempuan dalam pertumbuhan ekonomi
Menurut dia, perempuan merupakan sosok-sosok yang sangat kuat serta kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis di lapangan saat ini. Ia berharap keberhasilan para pelaku usaha senior dapat menjadi sumber inspirasi bagi perempuan yang baru memulai langkah mandiri.
âMudah-mudahan tentunya dengan semangat perempuan mendukung perempuan lainnya. Dari situlah kita bisa menjadi negara yang lebih utuh, negara yang lebih produktif, dan menjadi insan yang produktif secara keseluruhan,â ujar Roro.
Wamendag mengapresiasi sinergi strategis yang dilakukan bersama mitra platform digital Tokopedia dan TikTok Shop. Pemasaran digital dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan usaha modern.
Roro menilai cara berjualan masa kini sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi 20 tahun yang lalu. Menurutnya, pelaku usaha wajib melakukan adaptasi ulang terhadap teknologi karena jumlah pengguna gawai di Indonesia terus mengalami peningkatan.
âKetika kita berjualan tentu ini tidak lepas dari bagaimana caranya untuk memasarkan produk kita dengan cara yang maksimal. Di jaman dan era yang semakin digital seperti ini, kita tahu bahwa gadget users yang ada di Indonesia juga semakin meningkat,â ujar Roro.
Ia menegaskan, pendampingan pengetahuan pemasaran digital merupakan modal utama yang harus selalu ditingkatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu, pihaknya memiliki tiga fokus utama yang salah satunya adalah melakukan pengamanan terhadap pasar dalam negeri.
Menurut dia, kementerian sangat aktif bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan wawasan para pelaku usaha mikro di daerah. Ia mengatakan pemanfaatan kanal daring akan membuka jalan bagi produk lokal untuk semakin dikenal secara luas hingga nasional.
Roro mengatakan, pemerintah menyediakan berbagai layanan pendukung seperti klinik desain untuk menjembatani perajin lokal dengan tenaga desainer profesional. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk agar memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing dengan produk mancanegara.
Ia memaparkan, Indonesia harus tetap berdaya dan bertahan di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu saat ini. Lebih lanjut, pengamanan pasar luar negeri dilakukan melalui berbagai perjanjian dagang internasional untuk menjamin kelancaran pertumbuhan ekonomi nasional.
âBeberapa hal yang kami lakukan di Kementerian Perdagangan adalah untuk mengamankan pasar-pasar internasional tersebut melalui berbagai perjanjian dagang. Hal ini juga bisa dimanfaatkan sebetulnya oleh para pelaku usaha kebanggaan kita tentunya,â kata Roro.
Sementara itu, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menyoroti pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI). Menurut dia, kepemilikan izin usaha yang lengkap akan meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas akses pasar di dalam ekosistem digital.
Vonny menjelaskan, sejumlah mitra brand lokal berhasil mencatat kenaikan nilai transaksi hingga 15 kali lipat lebih. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi seperti sertifikasi halal dan standar nasional akan menjaga kelangsungan usaha dalam jangka waktu panjang.
âSejumlah penjual juga yang didominasi oleh brand lokal mencatat kenaikan transaksi lebih dari 15 kali lipat setelah bergabung di platform kami. Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia senantiasa memperkuat perlindungan KI lewat kebijakan sampai juga penegakannya,â ujar Vonny. ils/I-1
- UMKM
- Wamendag
- pdb indonesia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pasar Jaya Targetkan Tumpukan Sampah Kramat Jati Tuntas 10 April
-
Korsleting Listrik Hanguskan Gudang Onderdil Motor di Cengkareng
-
Di Tengah Perang, Pupuk Indonesia Jamin Pasokan Pupuk Dalam Negeri
-
Ini Dia Para Top CEO dan Best Unitlink 2026 yang Raih Award dari Media Asuransi
-
Proyek Giant Sea Wall Dikebut, Presiden Prabowo Perintahkan Mendiktisaintek Gandeng Kampus
-
Pemkab Lebak Minta Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.