Meski Ada Gejolak Global: Kemenperin Optimistis Industri Agro Tumbuh 6% di 2026, Mamin Jadi Kunci
Rabu, 22 Apr 2026, 12:04 WIBJAKARTA â Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis pertumbuhan industri agro, khususnya sektor makanan dan minuman (mamin), masih bisa mencapai sekitar 6% pada 2026 meski dihadapkan pada dinamika global.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyebut target tersebut awalnya disampaikan oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) sebelum memanasnya konflik di Timur Tengah (Timteng).
âSebelum pecah perang di Timur Tengah, GAPMMI dan pelaku industri sangat yakin bisa tumbuh di sekitar 6%. Sekarang dengan kondisi seperti ini mudah-mudahan masih bisa dipertahankan walaupun ada koreksi,â ujar Putu di Jakarta, Selasa [22/4/2026].
Menurutnya, sektor makanan dan minuman memiliki ketahanan lebih tinggi karena termasuk kebutuhan pokok masyarakat. Konsumsi rumah tangga yang besar menjadi pendorong utama agar industri tetap berjalan.
âBelanja masyarakat ini yang menggerakkan ekonomi. Kalau belanja masyarakatnya bisa terjaga, industri ini akan bisa terjaga sehingga pertumbuhannya juga tetap terjaga,â jelas Putu.
Ia menambahkan, ketahanan industri mamin menjadi penopang penting bagi pertumbuhan agro nasional secara keseluruhan. Pemerintah terus mendorong penguatan rantai pasok dan daya saing agar target pertumbuhan tetap tercapai meski ada tekanan eksternal.
Sebagai informasi, pertumbuhan industri agro tahun 2025 sebesar 4,95 persen. Angka itu meskipun lebih rendah dari tahun sebelumnya (2024) yang mencapai 5,20 persen, namun lebih tinggi dari tahun 2023 yang hanya 4,15 persen.
Salah satu andalan pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan industri agro sebesar 6 persen pada tahun ini ialah dari sektor makanan dan minuman.
Adapun total PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing) tahun 2025 sebesar 191,7 triliun rupiah, walaupun masih kalah dari 2024 yang mencapai 206,33 triliun rupiah, namun jauh lebih tinggi dari 2023 yang hanya 158,77 triliun namun .
Putu menjelaskan bahwa investasi industri agro terus tumbuh dan sebagai pendorong utama ialah industri makanan dan minuman (mamin). "Yang paling banyak itu memang industri makanan dan minuman. Kedua ada industri berbasis kehutanan, lalu rokok," ujar Putu.
Menurutnya, tren masuknya generasi muda ke sektor makanan dan minuman menjadi faktor kunci. Salah satu contohnya adalah industri kakao artisan. Dari hanya 31 perusahaan pada September 2023, jumlahnya kini sudah mencapai hampir 50 perusahaan.
"Kakao itu hampir semuanya pemain muda artisan. Investasinya tidak terlalu besar, sehingga banyak yang bisa masuk," jelas Putu.
Indikator sektor mamin kian digemarin anak muda ialah nilai PMDN industri agro pada tahun 2025 mencapai 100,7 triliun rupiah, jauh di atas PMA senilai 91,00 triliun rupiah.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Setop Jadi Penonton! Kemenperin Bongkar Jurus Cetak SDM Industri Jemput Investasi Tiongkok
-
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
-
Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
Bungkus Produk Asal-asalan? Menperin: IKM Bisa Kalah Saing Kalau Kemasan Nggak Naik Kelas
-
Generasi Muda Bikin PMDN Agro Naik Tajam! Kemenperin: Makanan Minuman Jadi Magnet Baru
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.