Siap-Siap Jadi Tempat Nongkrong Baru, Kawasan Pabean Buleleng Bakal Disulap Jadi Sentra Angkringan

Kamis, 25 Jun 2026, 01:50 WIB

BULELENG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Buleleng gencar meningkatkan pembangunan infrastruktur strategis senilai Rp63 miliar guna mendongkrak perekonomian daerah, Rabu (24/6). 

"Sejumlah proyek strategis mulai dijalankan, mulai dari perbaikan jalan dan jembatan, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga penataan kawasan perkotaan dan destinasi wisata. Fokus penanganan diarahkan pada ruas jalan rusak, jembatan, irigasi, penataan wajah kota, hingga kawasan perumahan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra di Singaraja, Rabu.

Ket. Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Buleleng

Pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp63 miliar guna penanganan jalan dan jembatan pada tahun ini. Sejumlah ruas jalan rusak parah mulai ditangani, termasuk di Lemukih, kawasan Menara Turyapada, setelah sebelumnya bagian atas ruas jalan tersebut mendapat penanganan, kini pengerjaan dilanjutkan bagian bawah yang kondisinya juga cukup memprihatinkan.

Selain itu, dua jembatan menjadi prioritas perbaikan, yakni di Banyuasri dan Tejakula, karena penting untuk mendukung konektivitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi.

Pihaknya juga memprioritaskan rehabilitasi 35 jaringan irigasi tersebar di berbagai wilayah Buleleng, untuk menjaga kontinuitas pasokan air bagi sektor pertanian.

"Irigasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan. Saat musim hujan tidak menjadi persoalan, namun saat musim kemarau ketersediaan air harus tetap terjaga agar petani dapat terus berproduksi," katanya.

Pemkab Buleleng juga fokus penataan kawasan perkotaan dan destinasi wisata. Tahun ini, penataan kawasan Titik Nol Singaraja atau kawasan Tugu Singa Ambara Raja, salah satu prioritas guna memperkuat identitas kota.

Penataan kawasan Lovina juga hampir rampung sebagai persiapan penyelenggaraan Lovina Festival. Penataan dilakukan mulai dari Jalan Mawar hingga kawasan barat Tasik Madu, mencakup peningkatan fasilitas publik, aksesibilitas, hingga pemasangan lampu tenaga surya yang dinilai lebih efisien dan mampu mengurangi APBD dalam jangka panjang.

"Lovina merupakan salah satu wajah pariwisata Buleleng. Karena itu, penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh agar lebih nyaman dan menarik bagi wisatawan," katanya.

Penataan kawasan perkotaan juga akan menyasar Jalan Diponegoro hingga kawasan Pabean menuju Pelabuhan Buleleng. Kawasan tersebut dirancang menjadi sentra angkringan dan ruang publik baru bagi masyarakat.

Konsep yang diusung berupa pemanfaatan area oleh pelaku usaha kecil secara fleksibel. Pada pagi hingga sore hari kawasan tetap berfungsi seperti biasa, sedangkan malam hari sebagai pusat kuliner dan tempat berkumpul masyarakat, khususnya generasi muda.

Penataan kawasan Pelabuhan Buleleng akan diawali dari Gedung Mr I Gusti Ketut Pudja. Gedung tersebut akan direvitalisasi agar dapat difungsikan secara lebih optimal sebagai arena berbagai kegiatan, mulai dari rapat, pertemuan, pesta pernikahan hingga olahraga, termasuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.

Meski demikian, ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama. Pemerintah hanya mampu menangani sekitar 30 kilometer jalan rusak setiap tahun, sedangkan total panjang jalan rusak sekitar 300 kilometer.

Oleh karena itu, strategi pemetaan dan skala prioritas menjadi solusi utama agar pembangunan dirasakan secara merata di seluruh kecamatan.

"Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Setiap desa menyampaikan usulan melalui musrenbang, namun tidak semuanya bisa langsung dieksekusi. Oleh sebab itu, kami menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat," ujarnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Dinas PUPR melakukan penanganan sementara berupa penambalan jalan berlubang di sejumlah tempat guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Ia mengatakan Buleleng juga mulai mengembangkan teknologi aspal plastik sebagai bagian dari solusi penanganan sampah sekaligus peningkatan kualitas jalan. Teknologi ini telah diterapkan di beberapa ruas jalan seperti di Desa Bengkala dan Kawasan Pura Segara Rupek.

Melalui inovasi tersebut, sampah plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini dapat diolah menjadi material konstruksi jalan, sehingga membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Selain mengandalkan APBD, Dinas PUPR juga membuka peluang partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sejumlah masyarakat bahkan telah menunjukkan kepedulian dengan melakukan swadaya untuk membantu penanganan infrastruktur di lingkungannya. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya infrastruktur yang lebih baik, aman, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.

  • aspal plastik
  • pupr buleleng
  • infrastruktur buleleng
  • jalan rusak buleleng
  • wisata lovina

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.