- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sistem Pengembalian Bea Ma...
Sistem Pengembalian Bea Masuk AS Diluncurkan Seiring Ribuan Perusahaan Ajukan Klaim
Selasa, 21 Apr 2026, 19:30 WIBWASHINGTON DC - Sistem pengembalian dana yang dibentuk untuk memungkinkan perusahaan memulihkan tarif yang dipungut secara ilegal dari pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai beroperasi pada 20 April, dan ribuan perusahaan bergegas mengajukan klaim.
âSejauh ini, semuanya berjalan lancar meskipun sistemnya agak bermasalah,â kata Jay Foreman, CEO produsen mainan Basic Fun, yang memiliki tim di âruang perangâ di kantor pusatnya di Boca Raton, Florida, siap untuk mulai mengajukan berkas klaim ketika sistem tersebut mulai beroperasi pukul 8 pagi waktu AS bagian Timur.
Foreman mengatakan sistem tersebut tidak mengalami kerusakan seperti yang dikhawatirkan beberapa orang akibat banyaknya upaya pengiriman data, tetapi terkadang sistem tidak mengizinkan pengunggahan dan memaksa mereka untuk mencoba lagi. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 500 file yang perlu diunggah ke sistem, meskipun sistem tersebut mengizinkan pengunggahan secara bertahap.
âNamun, jika Anda memuat terlalu banyak atau sistem terlalu sibuk, sistem akan menolaknya,â kata Foreman dalam sebuah email tentang bagaimana proses tersebut berjalan pada tahap awal.
âSejauh ini, lebih dari 50 persen faktur kami sudah berhasil diunggah. Kami berharap dalam beberapa jam ke depan semuanya akan selesai diunggah. Saya sangat senang proses ini dimulai lebih awal,â imbuh dia.
Perusahaan-perusahaan yang dihubungi kantor berita Reuters dalam beberapa hari terakhir menyatakan kekhawatiran tentang daya tahan sistem baru yang dibuat oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS sebagai tanggapan terhadap perintah pengadilan yang mengharuskan mereka bersiap untuk mengembalikan hingga US$166 miliar kepada importir.
âSaya lega karena portalnya tampaknya berfungsi dengan baik,â kata Cassie Abel, CEO perusahaan pakaian luar Wild Rye yang berbasis di Idaho.
Abel meminta broker bea cukainya untuk melakukan pengajuan tersebut, yang menurut dia menghabiskan biaya US$250 untuk tahap pertama pengajuan.
Perkembangan Terbaru
Pada bulan Februari, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif yang diupayakan Presiden Donald Trump berdasarkan undang-undang yang dimaksudkan untuk digunakan dalam keadaan darurat nasional, memberikan kekalahan telak bagi presiden dari Partai Republik tersebut.
Dalam berkas pengadilan, pejabat Bea Cukai menyatakan bahwa per tanggal 9 April, sekitar 56.497 importir telah menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerima pengembalian dana elektronik, dengan jumlah total US$127 miliar, atau lebih dari tiga perempat dari total yang berhak mendapatkan pengembalian dana.
Lebih dari 330.000 importir membayar tarif yang dipermasalahkan atas 53 juta pengiriman barang impor.
Ini adalah perkembangan terbaru dalam sengketa panjang terkait tarif darurat yang dikumpulkan selama setahun terakhir ketika Presiden Trump berupaya merestrukturisasi hubungan perdagangan AS. Tarif yang terus berubah-ubah mengacaukan bisnis global karena perusahaan bergegas memindahkan rantai pasokan untuk menghindarinya serta mencari tahu siapa yang pada akhirnya akan membayar pajak tersebut. SB/ST/I-1
- Kebijakan AS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Ilham Sudrajat, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Liga Champions: Guardiola Minta Manchester City Fokus Kalahkan Galatasaray
-
Pasar Modal Rawan Kejahatan Korporasi, KPK Singgung Peran Sekuritas dan Oknum Internal.
-
Ekonom Ingatkan: Perluasan Peran Bank di Pasar Modal Tak Boleh Gelap
-
Trump akan Melarang Perusahaan Pertahanan AS Terbitkan Dividen dan "Buy Back"
-
AS Bentuk Blok Dagang Mineral Kritis, Dorong Aliansi Global untuk Lepaskan Ketergantungan dari Dominasi China
-
Usulan untuk Meeningkatan Status Lima Cagar Budaya di Sumut
-
Pemkot Surabaya Terbitkan Surat Edaran Kewaspadaan Super Flu, Warga Diminta Tenang Namun Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.