Sistem Pengembalian Bea Masuk AS Diluncurkan Seiring Ribuan Perusahaan Ajukan Klaim

Selasa, 21 Apr 2026, 19:30 WIB

WASHINGTON DC - Sistem pengembalian dana yang dibentuk untuk memungkinkan perusahaan memulihkan tarif yang dipungut secara ilegal dari pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai beroperasi pada 20 April, dan ribuan perusahaan bergegas mengajukan klaim.

“Sejauh ini, semuanya berjalan lancar meskipun sistemnya agak bermasalah,” kata Jay Foreman, CEO produsen mainan Basic Fun, yang memiliki tim di “ruang perang” di kantor pusatnya di Boca Raton, Florida, siap untuk mulai mengajukan berkas klaim ketika sistem tersebut mulai beroperasi pukul 8 pagi waktu AS bagian Timur.

Ket. Foto: Pelabuhan New York dan New Jersey, yang berfungsi sebagai gerbang penting untuk perdagangan dan pusat logistik utama untuk wilayah Timur Laut AS, di New York, Amerika Serikat pada (15/4). — Sumber: Antara

Foreman mengatakan sistem tersebut tidak mengalami kerusakan seperti yang dikhawatirkan beberapa orang akibat banyaknya upaya pengiriman data, tetapi terkadang sistem tidak mengizinkan pengunggahan dan memaksa mereka untuk mencoba lagi. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 500 file yang perlu diunggah ke sistem, meskipun sistem tersebut mengizinkan pengunggahan secara bertahap.

“Namun, jika Anda memuat terlalu banyak atau sistem terlalu sibuk, sistem akan menolaknya,” kata Foreman dalam sebuah email tentang bagaimana proses tersebut berjalan pada tahap awal.

“Sejauh ini, lebih dari 50 persen faktur kami sudah berhasil diunggah. Kami berharap dalam beberapa jam ke depan semuanya akan selesai diunggah. Saya sangat senang proses ini dimulai lebih awal,” imbuh dia.

Perusahaan-perusahaan yang dihubungi kantor berita Reuters dalam beberapa hari terakhir menyatakan kekhawatiran tentang daya tahan sistem baru yang dibuat oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS sebagai tanggapan terhadap perintah pengadilan yang mengharuskan mereka bersiap untuk mengembalikan hingga US$166 miliar kepada importir.

“Saya lega karena portalnya tampaknya berfungsi dengan baik,” kata Cassie Abel, CEO perusahaan pakaian luar Wild Rye yang berbasis di Idaho.

Abel meminta broker bea cukainya untuk melakukan pengajuan tersebut, yang menurut dia menghabiskan biaya US$250 untuk tahap pertama pengajuan.

Perkembangan Terbaru

Pada bulan Februari, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif yang diupayakan Presiden Donald Trump berdasarkan undang-undang yang dimaksudkan untuk digunakan dalam keadaan darurat nasional, memberikan kekalahan telak bagi presiden dari Partai Republik tersebut.

Dalam berkas pengadilan, pejabat Bea Cukai menyatakan bahwa per tanggal 9 April, sekitar 56.497 importir telah menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menerima pengembalian dana elektronik, dengan jumlah total US$127 miliar, atau lebih dari tiga perempat dari total yang berhak mendapatkan pengembalian dana.

Lebih dari 330.000 importir membayar tarif yang dipermasalahkan atas 53 juta pengiriman barang impor.

Ini adalah perkembangan terbaru dalam sengketa panjang terkait tarif darurat yang dikumpulkan selama setahun terakhir ketika Presiden Trump berupaya merestrukturisasi hubungan perdagangan AS. Tarif yang terus berubah-ubah mengacaukan bisnis global karena perusahaan bergegas memindahkan rantai pasokan untuk menghindarinya serta mencari tahu siapa yang pada akhirnya akan membayar pajak tersebut. SB/ST/I-1

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Ilham Sudrajat, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.