Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Sistem Kelistrikan, PLN Hadirkan 6 IBT di Jawa-Bali

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Sistem Kelistrikan, PLN Hadirkan 6 IBT di Jawa-Bali Doc: ANTARA/HO-PLN Jatim
Ket. Pembangunan GITET Kalipuro di Banyuwangi, Jawa Timur.

SURABAYA – Memperkuat keandalan listrik merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan keberlanjutan aktivitas industri maupun masyarakat.

Pasokan listrik yang andal tidak hanya menjamin kelancaran produksi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor serta mendorong efisiensi operasional di berbagai sektor.

Di tengah meningkatnya permintaan energi dan transisi menuju sumber terbarukan, tantangan keandalan menjadi semakin kompleks, mulai dari kesiapan jaringan, manajemen beban, hingga integrasi energi intermiten seperti surya dan angin.

Tanpa penguatan sistem yang menyeluruh, risiko gangguan pasokan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan daya saing.

Oleh karena itu, investasi pada infrastruktur jaringan, teknologi penyimpanan energi, serta sistem manajemen yang adaptif menjadi kunci untuk memastikan listrik tetap stabil, efisien, dan berkelanjutan.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) memperkuat keandalan listrik di wilayah Jawa dan Bali dengan enam unit interbus transformer (IBT) berkapasitas besar, yang merupakan material pengoperasian GITET 500 kV dan GI 150 kV Kalipuro.

General Manager PLN UIP JBTB Hendro Prasetyawan menyatakan pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) dan Gardu Induk (GI) Kalipuro itu merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyaluran serta menjamin kestabilan pasokan energi listrik di wilayah Jawa-Bali.

"Seluruh tim di lapangan saat ini bekerja ekstra untuk memastikan tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja (K3)," katanya di Surabaya, Jatim, Selasa.

Ia menjelaskan enam IBT yang tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, akan mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Banyuwangi.

Ia menegaskan kehadiran peralatan IBT ini sangat krusial bagi GITET Kalipuro karena berfungsi sebagai jantung yang mengatur distribusi daya besar dari sistem 500 kV ke sistem 150 kV.

"Kami terus berupaya memastikan seluruh rangkaian proyek ini berjalan simultan dan masif," ujar Hendro.

Mengingat dimensi material IBT yang sangat besar dan berat, proses mobilisasi dari pelabuhan menuju lokasi pembangunan memerlukan perlakuan khusus dan penggunaan kendaraan angkut berat (multi-axle).

Hal ini berpotensi menimbulkan perlambatan arus lalu lintas di jalur yang dilalui, sehingga PT PLN UIP JBTB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses mobilisasi.

Sebagai bagian tak terpisahkan dari pengembangan kompleks energi di Kalipuro, PT PLN (Persero) menetapkan target untuk pengoperasian Gardu Induk 150 kV Kalipuro pada Januari 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

11 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.