Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Korban Tenggelam di Parangtritis

📅 Senin, 20 Apr 2026, 16:19 WIB | Oleh:
Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Korban Tenggelam di Parangtritis Doc: ANTARA/HO-Humas Basarnas Yogyakarta
Ket. Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta mengerahkan Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian terhadap Angger Raditya Nanda Pradana (16), korban hilang usai tenggelam di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (19/4) sore.

Humas Kantor Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto di Yogyakarta, Senin, menjelaskan dalam operasi SAR di hari pertama Minggu (19/4) sore belum membuahkan hasil, sehingga operasi pencarian berlanjut pada Senin (20/4) oleh tim SAR gabungan yang dibagi dalam tiga regu atau SRU (search rescue unit).

"SRU darat melaksanakan penyisiran dari lost know position (LKP) ke arah Pantai Parangndog, dan dari LKP ke arah Pantai Parangkusumo serta di sekitaran LKP," katanya.

Selanjutnya, personel dalam SRU laut melaksanakan penyisiran dengan menggunakan jetsky di sekitaran lokasi kejadian.

"Sedangkan SRU udara melakukan penerbangan menggunakan 'drone' sejauh 500 meter dari LKP," katanya.

Menurut dia, dalam operasi pencarian tersebut melibatkan personel dari Satgas Linmas Jogo Segoro Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, serta warga sekitar pantai.

Kecelakaan laut tersebut bermula ketika korban yang berasal dari Pandes, Panggungharjo, Bantul tersebut bersama temannya, datang ke Pantai Parangtritis sekitar pukul 16.00 WIB dengan maksud diajari bermain surfing oleh temannya yang merupakan atlet surfing.

Akan tetapi, korban sempat diberi tahu temannya bahwa tidak bisa karena harus memberikan kursus kepada orang lain yang sudah komunikasi sebelumnya, namun tanpa disadari oleh atlet surfing, korban dan temannya meminjam papan surfing tanpa izin pemiliknya.

Tetapi, karena korban bermain papan surfing tanpa menerapkan standar operasional prosedur (SOP), berakibat terbawa arus laut ke tengah di area rip current.

"Rekan korban yang seorang atlet surfing kebetulan melihat dan segera memberikan pertolongan kepada korban, dan diikuti petugas yang sedang berjaga, yang awalnya mengira korban sedang berlatih surfing sesuai dengan SOP," katanya.

Menurut dia, petugas dapat menyelamatkan korban dengan berenang ke tengah laut menggunakan papan surfing dan pelampung. Satu korban terselamatkan, namun korban lainnya terbawa jauh ke tengah dan dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.