• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mitsubishi Electric Ganden...

Mitsubishi Electric Gandeng UGM Perkuat SDM Industri Lewat Smart Factory

Senin, 20 Apr 2026, 19:28 WIB

JAKARTA – PT Mitsubishi Electric Indonesia (MEIN) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri nasional melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema teknologi Smart Factory dan Industry 4.0 bersama Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Maret di Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM ini diikuti oleh mahasiswa dari Sekolah Vokasi dan Fakultas Teknik. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian inisiatif pengembangan kapasitas SDM yang digagas MEIN memasuki tahun 2026.

Ket. Foto: Perwakilan Mitsubishi Electric Indonesia, Mahasiswa, Dosen, dan Staf Universitas Gadjah Mada (UGM) berfoto bersama. PT Mitsubishi Electric Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada untuk memperkuat SDM industri melalui edukasi Smart Factory dan Industry 4.0. — Sumber: Mitsubishi Electric Indonesia

Head of Division Factory Automation & Industrial Division MEIN, Ivan Chandra, mengatakan transformasi industri menuju era digital membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam proses industri secara nyata.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi wawasan mengenai perkembangan teknologi otomasi dan smart manufacturing, sekaligus memberikan gambaran bagaimana teknologi seperti IoT, AI, dan digitalisasi dapat mendorong produktivitas dan efisiensi di sektor industri,” ujarnya.

Perkenalkan Konsep Smart Factory

Dalam kuliah umum bertajuk “Bridging Education and Industry: Exploring Smart Manufacturing 4.0 with Mitsubishi Electric”, MEIN memperkenalkan konsep Smart Factory sebagai bagian dari transformasi industri menuju era Industry 4.0.

Materi yang disampaikan mencakup evolusi industri manufaktur, mulai dari revolusi industri awal hingga penerapan teknologi digital dalam proses produksi modern. Fokus utama diarahkan pada integrasi sistem, otomatisasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis data dalam meningkatkan efisiensi operasional.

Menurut Ivan, perubahan tersebut menuntut kesiapan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk otomasi dan digitalisasi.

“Penguatan SDM industri merupakan faktor penting untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional di tingkat global,” katanya.

Kolaborasi Industri dan Pendidikan

MEIN menilai kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan manufaktur modern. Selain dengan UGM, perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Tarumanagara (UNTAR).

Ke depan, MEIN berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan, baik dalam bentuk kuliah umum, pelatihan, maupun program pengembangan lainnya.

Dorong Kesiapan Talenta Industri

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi manufaktur, kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif menjadi semakin krusial.

Melalui inisiatif ini, MEIN berharap dapat membantu menciptakan talenta muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di dunia industri, sekaligus mendukung transformasi manufaktur Indonesia menuju era digital.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.