Gempa Terjadi di Kendari Sulawesi Tenggara, BMKG: Aktivitas Sesar Picu Gempa
Sabtu, 18 Apr 2026, 10:50 WIBKENDARI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa aktivitas sesar memicu terjadi gempa bumi di wilayah Kota Kendari yang dirasakan hingga di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).Â
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut terjadi pada Sabtu (18/4), sekitar pukul 05.13 Wita.
âBerdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 2,8,â kata Nasrol Adil.
Dia menyebutkan bahwa episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4,04 Lintang Selatan (LS) dan 1222,56 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer tenggara Kota Kendari, Provinsi Sultra, pada kedalaman 5 kilometer.
âDengan memperhatikan lokasi episenter dan hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari North,â ujarnya.
Nasrol Adil mengungkapkan berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan yang terjadi, gempa bumi tersebut menimbulkan guncangan yang dirasakan di Kota Kendari dengan skala intensitas III MMI atau getaran yang dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu.
âDan Kabupaten Konsel II MMI atau getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,â ungkap Nasrol Adil.
Meski begitu, ia menyebutkan jika hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
âHingga pukul 06.35 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kejadian gempa bumi susulan,â jelasnya.
Nasrol Adil mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG juga mengingatkan warga untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG, baik melalui media sosial, laman resmi, maupun aplikasi Mobile Apps InfoBMKG.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG untuk menghindari disinformasi," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Viral Surabaya Disebut Dilintasi Dua Patahan, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Perlu Bukti Ilmiah
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
DPR dan Pemerintah Finalisasi Perpres Ojol, Aturan Perlindungan Pengemudi Segera Tuntas
-
Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
-
Bantu Penanganan Pasca Gempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Layanan Angkutan Penyeberangan
-
Gempa NTT Apakah Merembet ke Jawa? Sore Ini Bantul Jogja Digoyang Gempa
-
BPBD DKI Pastikan Gempa M5,9 di Perairan Kepulauan Seribu Tak Akibatkan Kerusakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.