Karhutla Jambi Meluas, 80 Persen Diduga Sengaja

Selasa, 15 Sep 2026, 03:17 WIB

Kota Jambi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi hingga September 2026 telah mencapai 2.975,97 hektare. Di tengah luasnya lahan yang terbakar, pemerintah daerah menyebut sebagian besar kebakaran diduga terjadi akibat kesengajaan dan telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

Dikutip dari Antara, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan sebanyak 75 perkara karhutla telah ditindaklanjuti kepolisian karena berdasarkan laporan penegakan hukum, sekitar 80 persen lahan yang terbakar diduga sengaja dibakar oleh oknum.

Ket. Foto: Gubernur Jambi Al Haris saat memberikan keterangan di Jambi, Senin (14/9/2026). — Sumber: Antara

“Berdasarkan laporan Gakkum, sebanyak 80 persen lahan yang terbakar itu sengaja dibakar oleh oknum, sedangkan 20 persen sisanya akibat faktor pemicu lain seperti cuaca panas ekstrem,” kata Al Haris di Jambi, Senin (14/9).

Dari 75 kasus tersebut, sebanyak 50 kasus masih dalam tahap penyelidikan, 15 kasus telah masuk tahap penyidikan, serta 18 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Data Satgas Karhutla menunjukkan luas lahan yang terbakar di Jambi sepanjang 1 Januari hingga 13 September 2026 mencapai 2.975,97 hektare.

Angka tersebut menjadi perhatian karena pemerintah tidak hanya menghadapi faktor cuaca dan kemarau, tetapi juga dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Kondisi itu membuat penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan operasi pemadaman, tetapi juga membutuhkan penegakan hukum yang konsisten terhadap pelaku.

Al Haris mengatakan berdasarkan pemantauan terkini terdapat 134 titik panas (hotspot) dengan empat titik api (fire spot) utama yang menjadi fokus pemadaman Satgas Karhutla.

Titik api tersebut berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh; Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam; Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang; serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di sisi Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Untuk menangani titik api yang sulit dijangkau dari darat, satgas mengerahkan empat unit helikopter water bombing. Pemadaman juga dilakukan melalui operasi darat dengan melibatkan personel gabungan.

Selain pemadaman, pemerintah mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan. Selama pelaksanaan OMC, satgas udara telah melakukan 41 sortie penaburan bahan semai untuk memancing pertumbuhan awan hujan.

Penyemaian terakhir dilakukan pada 10 September dan akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan potensi awan hujan berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita juga telah mendirikan 81 posko penanggulangan karhutla, telah dioperasikan dengan melibatkan 7.302 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan (BPBD),” paparnya.

Di sisi anggaran, pemerintah pusat memberikan tambahan 30 miliar rupiah untuk penanganan karhutla di Provinsi Jambi melalui alokasi penyesuaian APBD perubahan.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz mengatakan tambahan anggaran tersebut diketahui berdasarkan laporan badan anggaran seusai rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap rancangan perubahan KUA dan PPAS APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026. YK/and

  • karhutla jambi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.