Awal Tahun Lesu! Survei Bank Indonesia Ungkap Dunia Usaha Mulai Kehabisan Napas
Jumat, 17 Apr 2026, 18:45 WIBJAKARTA â Kinerja dunia usaha yang tetap terjaga namun menunjukkan perlambatan tipis mencerminkan fase penyesuaian di tengah tekanan biaya dan ketidakpastian permintaan.
Di satu sisi, aktivitas produksi dan konsumsi masih berjalan cukup solid, menandakan daya tahan sektor riil belum tergerus signifikan.
Namun di sisi lain, laju ekspansi mulai tertahan akibat kombinasi faktor seperti suku bunga tinggi, pelemahan daya beli, serta kehati-hatian pelaku usaha dalam berekspansi.
Perlambatan ini bersifat moderat dan lebih mencerminkan normalisasi setelah periode pertumbuhan yang relatif kuat sebelumnya.
Ke depan, arah kinerja dunia usaha akan sangat ditentukan oleh stabilitas makroekonomi dan efektivitas kebijakan dalam menjaga permintaan domestik, sehingga momentum pertumbuhan tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.
Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mencatat kinerja kegiatan dunia usaha diindikasikan terjaga pada triwulan I 2026.
Hal itu tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen, meski lebih rendah dari 10,61 persen pada triwulan IV 2025.
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4), menyampaikan bahwa kinerja mayoritas lapangan usaha (LU) tercatat positif.
Hal itu bersumber dari LU jasa keuangan, LU pertanian, kehutanan, dan perikanan, LU industri pengolahan, serta LU perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor.
Perkembangan itu, menurut dia, sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, serta dimulainya musim panen pada komoditas pertanian.
Kapasitas produksi terpakai pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2025 sebesar 73,15 persen.
Kenaikan kapasitas produksi ditopang oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan serta LU industri pengolahan.
Sementara itu, keuangan dunia usaha dalam kondisi baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah.
Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen.
Peningkatan kegiatan usaha diprakirakan terutama bersumber dari LU pertanian, kehutanan, dan perikanan, hal itu sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan.
Kemudian, LU pertambangan dan penggalian yang didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta LU konstruksi seiring dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.
- Bank Indonesia (BI)
- SKDU
- Kegiatan Dunia Usaha
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta Ingin Wujudkan Kota Ramah Anak
-
Larry the Cat Sambut PM Baru Inggris dengan Pesan Jenaka: Tolong Jangan Abaikan Aku
-
BI Pastikan Uang Digital Tidak Akan Gantikan Uang Tunai
-
30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan
-
Atap Gedung Roboh Sejak 2024, Begini Nasib 270 Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09
-
Perhutani Jawa Barat dan Banten Modifikasi Kendaraan Polhut jadi Pemadam Kebakaran
-
Ibrahim Al Abrar, Bocah Asal Boyolali yang Temukan Celah Keamanan NASA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.