Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas Kirim Tim untuk Cari Heli Hilang Dalam Penerbangan di Kalbar

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 15:56 WIB | Oleh:
Basarnas Kirim Tim untuk Cari Heli Hilang Dalam Penerbangan di Kalbar Doc: ANTARA/Arnas Padda
Ket. Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menggunakan helikopter Basarnas di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026).

JAKARTA -- Basarnas mengerahkan tim untuk mencari keberadaan helikopter PK-CFX yang hilang kontak dan diduga jatuh dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis.

"Tim sudah bergerak," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia memastikan tim merupakan personel terbaik dari Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang yang diberangkatkan dalam operasi itu dengan berbekal peralatan dan perlengkapan memadai.

Para personel Basarnas itu selanjutnya tergabung dengan tim gabungan lintas instansi, seperti TNI/Polri dan relawan, untuk memperbesar peluang segera menemukan helikopter beserta penumpangnya.

Ia menjelaskan Basarnas mengedepankan prinsip aksi cepat dan terukur dalam melaksanakan misi kemanusiaan, termasuk pencarian dan pertolongan insiden non-bencana alam, seperti kecelakaan transportasi.

Berdasarkan informasi sementara yang dikonfirmasi Basarnas, helikopter PK-CFX berjenis Airbus H-130 tipe H-130T2 itu mengangkut delapan orang, termasuk pilot.

Helikopter itu lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Manukung, Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB.

Selanjutnya, dilaporkan hilang kontak Kamis, pukul 08.39 WIB dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Sebagaimana informasi yang diterima sampai dengan pukul 11.00 WIB posisi terakhir heli terdeteksi berada sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Data Polres Sekadau melaporkan manifes penerbangan Capt Marindra W (pilot) dan Harun Arasyd (co-pilot) dan enam penumpang, yakni Patrick K., Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.