Wagub Rano Gandeng Bupati Pasaman, Siapkan Bonjol Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Selasa, 14 Apr 2026, 21:12 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan adat budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Hal itu disampaikannya saat mengikuti prosesi adat Makan Bajamba di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, Selasa (14/4).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memperkuat hubungan budaya antardaerah. Rano menilai momentum ini penting untuk mengangkat kembali nilai-nilai tradisi yang mulai tergerus zaman.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan adat budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Hal itu disampaikannya saat mengikuti prosesi adat Makan Bajamba di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, Selasa (14/4). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang sebagai warisan masa lalu. Nilai-nilai tersebut harus terus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup lintas generasi.

"Adat dan budaya harus kita jaga dan hidupkan. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenalnya dari cerita. Mereka harus bisa merasakan langsung nilai dan maknanya," ujarnya.

Rano menilai Bonjol memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam, nilai historis, serta kedekatan dengan sosok Tuanku Imam Bonjol yang menjadi bagian penting sejarah bangsa.

Menurutnya, kekuatan tersebut harus dikemas secara terintegrasi agar mampu menarik minat wisatawan. Dengan pengelolaan yang tepat, Bonjol tidak hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi tujuan utama wisata berbasis budaya.

"Saya melihat Bonjol memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi alam, budaya, maupun sejarah. Saya ingin Bonjol dan Pasaman menjadi destinasi wisata budaya yang kuat," tuturnya.

Lebih lanjut, Rano menegaskan bahwa pengembangan potensi daerah harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata dinilai menjadi kunci keberhasilan.

"Upaya ini harus terus didorong melalui kolaborasi semua pihak. Tadi saya juga berdiskusi dengan Bupati Pasaman mengenai langkah-langkah yang bisa dikerjakan bersama," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi hibah tanah dari Suku Tanjuang yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan Rumah Budaya Soekarno M. Noer. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pusat kreativitas generasi muda.

Rano menilai kehadiran rumah budaya dapat menjadi sarana pelestarian seni sekaligus penguatan identitas lokal. Selain itu, ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukatif dan kultural.

Menutup sambutannya, Rano menekankan bahwa prosesi Makan Bajamba mengandung nilai kebersamaan yang kuat. Tradisi tersebut mencerminkan kesetaraan sosial dan semangat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Adat Makan Bajamba mengajarkan kita tentang kebersamaan, duduk melingkar tanpa sekat, saling menghargai, dan mempererat persaudaraan tanpa memandang status," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.