BPBD Antisipasi Dampak Kekeringan di Wilayah Pesisir Kotawarining Timur

Selasa, 14 Apr 2026, 15:43 WIB

SAMPIT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meningkatkan sinergi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terburuk akibat kekeringan di wilayah pesisir.

"Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Selasa.

Ket. Foto: Arsip - BPBD Kotawaringin Timur memasok air bersih kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang mengalami kesulitan air bersih, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/HO-BPBD Kotim

Dampak kekeringan seperti kesulitan air bersih biasa dialami masyarakat di sejumlah desa, seperti di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Kekeringan yang kerap memicu kesulitan air bersih di wilayah pesisir harus diantisipasi. Apalagi jika intake atau sumber air baku untuk air bersih juga menjadi payau akibat intrusi air laut, maka dikhawatirkan berdampak pada pasokan air bersih ke wilayah pesisir.

Hal ini tentu perlu diantisipasi sejak dini agar nantinya masyarakat tidak sampai kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah harus hadir, termasuk jika air bersih harus dipasok dari Sampit.

Antisipasi lainnya juga perlu dilakukan, yakni kemungkinan jika kesulitan air bersih tidak hanya terjadi di wilayah selatan, tetapi juga meluas ke wilayah utara akibat sungai dangkal dan keruh. Bahkan saat kemarau sebelumnya, intrusi air laut sudah sampai ke perairan Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang notabene tidak jauh dari pusat kota Sampit.

Saat kesulitan air bersih terjadi di wilayah pesisir, BPBD mengerahkan mobil tangki yang dimiliki untuk menyuplai air bersih guna memenuhi kebutuhan warga.

Kemudian antisipasi dampak kekeringan terhadap pertanian, juga perlu menjadi perhatian. Sinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga dilakukan untuk antisipasi sejak dini terkait dampak kekeringan.

"Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan," kata Multazam.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.