Dari Timur untuk Indonesia, Wakatobi WAVE dan Wowine Resmi Masuk Panggung Elit KEN 2026
📅 Senin, 13 Apr 2026, 11:50 WIB | Oleh: Tim PenulisKENDARI – Upaya mempromosikan kekayaan pariwisata maritim dan budaya menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Potensi ini tidak hanya terletak pada keindahan alam pesisir dan bawah laut, tetapi juga pada keberagaman tradisi, kuliner, serta kearifan lokal masyarakat setempat.
Namun, efektivitas promosi sangat bergantung pada integrasi antara pemasaran digital, penguatan infrastruktur, dan keberlanjutan lingkungan.
Tanpa pengelolaan yang tepat, eksploitasi berlebihan justru berisiko merusak ekosistem dan menggerus nilai budaya itu sendiri.
Karena itu, pendekatan yang seimbang antara komersialisasi dan konservasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi pariwisata secara jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara menyebut bahwa dua ajang unggulan asal Kabupaten Wakatobi, yakni Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi WAVE) dan Festival Wowine, kembali terpilih masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sultra Komaryuda Mansyurputra saat ditemui di Kendari, Senin (13/4), mengatakan bahwa kedua ajang tersebut dinyatakan lolos setelah melalui proses kurasi nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Pada kurasi KEN 2026, Pemprov Sultra mengusulkan tiga kegiatan. Hasil seleksi menetapkan Wakatobi WAVE dan Festival Wowine yang dinyatakan lolos untuk mewakili daerah," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebutkan bahwa Festival Wowine dijadwalkan terlaksana pada Agustus 2026, sementara Wakatobi WAVE direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
"Masuknya kedua agenda ini menjadi bukti konsistensi Wakatobi dalam mempromosikan kekayaan pariwisata maritim dan budaya," ujarnya.
Komaryuda Mansyurputra mengungkapkan bahwa Wakatobi WAVE sendiri telah masuk dalam kalender KEN selama enam tahun berturut-turut sejak 2021.
Festival ini menonjolkan parade budaya maritim, prosesi adat bangka mbule-mbule, hingga pameran foto bawah laut sebagai daya tarik utama destinasi pariwisata prioritas nasional tersebut.
Sementara itu, Festival Wowine yang kini memasuki tahun kedua di KEN, memiliki keunikan dengan mengangkat nilai sosiokultural perempuan Wakatobi dalam menjaga tradisi pesisir dan ekonomi keluarga.
"Kegiatan ini semula diinisiasi secara swadaya oleh komunitas, namun melihat dampaknya yang besar terhadap kearifan lokal, kami terus memberikan dukungan melalui pendanaan APBD sejak 2023," jelas Komaryuda Mansyurputra.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!