Kolaborasi Otorita IKN dan IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
Jumat, 10 Apr 2026, 07:15 WIBNUSANTARA - Kolaborasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan melibatkan langsung kelompok petani, berhasil menghasilkan panen padi gogo seluas 20 hektare di kawasan Nusantara, tepatnya di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Kamis (9/4) kemarin kami melakukan seremoni panen bersama dengan petani dan pihak terkait, sebagai rasa syukur atas keberhasilan kelompok tani dalam mengembangkan padi gogo seluas 20 hektare sebagai uji coba tahap awal pengembangan inovasi pertanian," ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Jumat (10/4).
Berdasarkan laporan yang ia terima, produksi padi gogo yang telah dikembangkan itu menunjukkan sejumlah keunggulan, termasuk dari sisi kualitas rasa yang lebih pulen, nikmat, dan lebih gurih dibandingkan dengan varietas beras lainnya.
Basuki pun mengapresiasi langkah serta semangat inovasi yang dijalankan oleh kelompok tani bersama berbagai pihak terkait dalam pengembangan pertanian tersebut.
Panen padi gogo bersama di Demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, lanjut Basuki, menandai langkah awal pengembangan sektor pertanian inovatif di kawasan Nusantara.
Apresiasi tersebut juga diberikan terhadap hasil produksi padi gogo dengan varietas IPB 9G yang mampu menghasilkan gabah kering panen (GKP) sebesar 4,22 ton per hektare.
Pada tahap uji coba, varietas IPB 9G dikembangkan pada lahan seluas 5 hektare, sedangkan varietas lokal ditanam pada lahan seluas 15 hektare, sehingga total 20 hektare di demplot tersebut.
Sementara Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan hasil kegiatan panen tersebut sebagai bagian dari evaluasi pengembangan demplot pertanian di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, ke depan.
"Kami sudah menyelesaikan panen tanaman terakhir dari hasil uji coba yang dilakukan bersama-sama di Demplot Muara Jawa. Dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sudah melaporkan mengenai hasil panen. Alhamdulillah sudah memenuhi harapan kami sebelumnya," ujarnya.
Myrna turut menekankan bahwa hasil panen padi gogo ini merupakan bagian dari inovasi pertanian yang telah diuji dalam kurun waktu empat bulan terakhir, yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan IPB.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pasca Banjir Langkat, TNI Turun Tangan Pasang Instalasi Air Bersih
-
Berpotensi Melemah Lanjutan, 6 November 2025
-
Khofifah Gelar Pasar Murah untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
-
Sosialisasi Penggunaan Sistem Coretax pada DPP Partai Gerindra
-
Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Sulut
-
Erha Usung Era Baru dalam Perawatan Kulit
-
Banyak Turis Singapura ke Batam-Bintan, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Kepri di Negeri Singa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.