• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Telkom Raup Laba Bersih Rp...

Telkom Raup Laba Bersih Rp10,6 Triliun pada Semester I 2026, Bisnis Mobile dan Infrastruktur Digital Jadi Penopang

Sabtu, 01 Agu 2026, 15:40 WIB

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen serta laba bersih Rp10,6 triliun atau meningkat 1,4 persen secara tahunan.

Selain itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2 persen dengan margin sebesar 14,9 persen. Arus kas operasional juga meningkat 7 persen menjadi Rp34,9 triliun, didukung implementasi program efisiensi berkelanjutan dan pengelolaan biaya yang disiplin.

Ket. Foto: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen serta laba bersih Rp10,6 triliun — Sumber: Istimewa

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan transformasi digital perusahaan melalui strategi TLKM 30 berjalan sesuai target. Menurutnya, hasil tersebut semakin memperkuat optimisme Telkom dalam mempercepat transformasi sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia.

"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujar Dian Siswarini.

Pada segmen Business to Consumer (B2C), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11 persen, seiring pemulihan industri mobile melalui strategi penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, serta pengelolaan nilai pelanggan.

Average Revenue Per User (ARPU) layanan mobile meningkat menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9 persen secara tahunan. Konsumsi layanan data juga terus meningkat selama libur sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia yang mendorong kebutuhan pelanggan terhadap layanan internet berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus melakukan kalibrasi basis pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat 9,5 juta dengan ARPU kuartalan naik menjadi Rp211 ribu, sementara rasio konvergensi meningkat menjadi 65 persen sebagai bagian dari strategi membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas.

Di segmen Business to Business (B2B) Infrastructure, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp33,1 triliun atau tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan eksternal meningkat menjadi Rp4,7 triliun, ditopang pertumbuhan layanan data, internet, serta IT Service.

Anak usaha Mitratel juga mencatatkan pendapatan Rp4,7 triliun atau naik 2,1 persen secara tahunan. Jumlah tenant meningkat menjadi 63.866 dengan tenancy ratio mencapai 1,57 kali, sementara bisnis data center melalui NeutraDC terus diperkuat untuk memenuhi tingginya permintaan infrastruktur digital regional.

Segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp7,3 triliun atau tumbuh 35,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya meski masih menjalani restrukturisasi portofolio bisnis. Adapun segmen International Business membukukan pendapatan Rp5,7 triliun dengan fokus memperkuat layanan konektivitas dan solusi digital yang memiliki margin lebih tinggi.

Telkom juga melanjutkan implementasi strategi TLKM 30 melalui empat pilar transformasi perusahaan. Perseroan mencatat pertumbuhan arus kas operasional 9,5 persen, menyelesaikan penyederhanaan 10 entitas usaha melalui divestasi, merger, dan likuidasi, serta merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun dengan lebih dari 96 persen dialokasikan untuk bisnis prioritas.

Selain itu, Telkom terus melanjutkan implementasi pilar Unlock Value, termasuk persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan selesai pada semester kedua 2026. Perseroan juga memperkuat model Strategic Hold-Co untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan empat segmen bisnis utama.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," tutup Dian.

  • Telkomsel
  • Danantara Indonesia
  • Telkom
  • Infrastruktur Digital
  • Telkom Indonesia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.