• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Joko Anwar Fobia Lubang di...

Joko Anwar Fobia Lubang di Poster 'Ghost in the Cell'

Jumat, 10 Apr 2026, 10:42 WIB

JAKARTA - Sutradara Joko Anwar mengatakan dirinya menghadapi fobia lubang dalam poster film "Ghost in the Cell".

Ia dan produser Tia Hasibuan dari Come and See Pictures sama-sama mengidap trypophobia akut.

Ket. Foto: Poster film "Ghost in the Cell" — Sumber: iMDb

"​Aku sama Tia adalah penderita trypophobia akut," ujar Joko di Jakarta, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan makna filosofis di balik visual lubang tersebut.

Visual lubang dalam poster film "Ghost in the Cell" merupakan sebuah metafora sistem sosial yang busuk.

Rasa jijik orang-orang melihat poster itu merupakan refleksi dari kejenuhan terhadap sistem sosial tersebut.

Visual lubang pada tubuh karakter hantu tersebut juga sebenarnya memiliki isi yaitu semua karakter yang terpenjara oleh sistem tertentu tanpa mengerti atau melihat itu sebagai ancaman di film "Ghost in the Cell".

​"Hantu ini sebenarnya mewakili sesuatu yang tidak kita pahami. Kita sering melabeli sesuatu sebagai hantu atau ancaman kalau kita tidak paham. Kalau merasa jijik dengan itu, kita jijik sama keadaan di dalamnya. Itu poinnya," ungkap Joko Anwar.

Joko Anwar ingin menghadapi fobia akut terhadap lubang-lubang dalam poster itu dengan menunjukkan sisi keindahan dari kengerian yang ditampilkan.

Misalnya membayangkan bahwa lubang pada tubuh karakter tersebut sebenarnya tidak kosong. Setiap lubang berisi bunga seroja atau tumbuhan (plants). Tumbuhan itu menjadi simbol sebuah harapan (hope) di tengah kengerian.

​"Itu setiap bolong-bolong itu mengeluarkan tumbuhan. Jadi itu adalah (hope). Jadi kita mau semuanya menunjukkan ada arti," tutur Joko Anwar.

Poster film "Ghost in the Cell" juga menggambarkan sosok hantu sebagai sisi terburuk manusia. Hantu muncul saat manusia kehilangan harapan atau melakukan tindakan korupsi. Kehadiran entitas ini bukan mistik, melainkan mewakili kondisi psikologis yang negatif.

​Joko Anwar mengajak penonton untuk melihat realitas sosial dalam setiap seni. Ia memosisikan film sebagai sarana untuk menyuarakan keresahan kolektif masyarakat. Film ini akan segera tayang di seluruh jaringan bioskop di Indonesia mulai 16 April.

  • Joko Anwar

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.