Harga Minyak Langsung Turun Setelah Gencatan Senjata AS dan Iran

Kamis, 09 Apr 2026, 00:10 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Selasa (7/4) mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan, bersamaan dengan itu Selat Hormuz pun akan segera dibuka.

“Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Asim Munir, mereka meminta saya untuk menahan mengirim angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Trump di platform Truth Social.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Alex Brandon/AFP

Alasan pihaknya menyetujui gencatan senjata dengan Iran, karena Amerika telah mencapai dan melampaui semua tujuan militer dalam perang terhadap Iran. “Kami juga telah mencapai tahap yang sangat jauh terkait kesepakatan yang definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” kata Trump.

Sebagai konsekwensi dari gencatan senjata itu, harga minyak dunia pun turun drastis 13-17 persen. Pada pukul 00:17, harga minyak mentah Brent berjangka untuk pengiriman Juni turun 12,6 persen dari penutupan sebelumnya menjadi 91,92 dollar AS atau sekitar 1,56 juta rupiah per barel. Ini menandai pertama kalinya sejak 23 Maret Brent jatuh di bawah 92 dollar AS. Sementara itu, minyak mentah WTI berjangka untuk pengiriman Mei turun 16,6 persen menjadi 94,10 dollar AS atau sekitar 1,6 juta rupiah per barel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu (8/4) mengatakan Iran akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama dua pekan.

Akses tersebut hanya dapat dilakukan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan tetap tunduk pada pembatasan teknis.

“Selama dua pekan, lintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran dan memperhatikan keterbatasan teknis,” tulis Araghchi di platform X.

Patuhi Kewajiban

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran.

“(Sekjen Guterres) menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik sedang yang terjadi di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut,” sebut Guterres seperti disampaikan Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

Guterres juga menekankan bahwa penghentian segera terhadap permusuhan yang terjadi menjadi sangat penting untuk melindungi nyawa warga sipil dan mengurangi penderitaan manusia di tengah krisis.

Dia juga mengapresiasi upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dan negara-negara lain, yang bekerja untuk memfasilitasi perjanjian gencatan senjata.

“Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal Jean Arnault berada di kawasan ini untuk mendukung upaya menuju perdamaian yang langgeng,” kata Dujarric.

  • Upaya Diplomasi

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.