Tailan akan Tutup SPBU pada Malam Hari untuk Hemat BBM

Rabu, 08 Apr 2026, 02:40 WIB

BANGKOK – Pemerintah Tailan sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan penutupan SPBU pada malam hari mulai akhir bulan ini. Hal itu diutarakan perdana menteri pada Selasa (7/4) dalam upaya untuk menghemat bahan bakar karena perang di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran akan kekurangan pasokan.

PM Anutin Charnvirakul, 59 tahun, yang kabinet barunya dilantik pada Senin (6/4) malam, mengatakan kepada wartawan di Bangkok bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk menutup penjualan di pompa bensin dari pukul 10 malam hingga 5 pagi, paling cepat pada 20 April.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ANTHONY WALLACE

“Kita sedang menghadapi krisis global. Kita harus menerima kenyataan dan beradaptasi bersama untuk mengatasi krisis ini,” kata PM Anutin

“Pemerintah baru akan memprioritaskan respons terhadap tantangan ekonomi yang ditimbulkan oleh perang Iran untuk membantu jutaan orang mengatasi kenaikan biaya hidup,” imbuh PM Tailan itu.

“Pemerintahan baru juga akan merestrukturisasi harga energi sesegera mungkin, mengalihkan sebagian anggaran pemerintah untuk membantu masyarakat, dan menerapkan langkah-langkah bantuan termasuk program pemberian uang tunai unggulan partainya dan pinjaman berbunga rendah kepada petani dan usaha kecil,” tutur PM Anutin.

PM Anutin meyakinkan warga Tailan bahwa mereka masih dapat bepergian ke kampung halaman mereka selama periode liburan Songkran, yang secara resmi dirayakan dari Senin (13/4) hingga Rabu (15/4) pekan depan.

“Jam tutup SPBU mungkin akan dimulai setelah orang-orang kembali dari perjalanan Songkran mereka dan kembali menjalani kehidupan normal,” kata PM Anutin.

Banyak warga Tailan merayakan perayaan Tahun Baru Songkran setiap tahunnya dengan melakukan perjalanan darat ke provinsi asal mereka untuk mengunjungi keluarga.

Pada Senin, PM Anutin meminta masyarakat untuk menghemat energi dengan bekerja dari rumah dan menggunakan transportasi umum, karena konflik Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran terus membebani pasokan bahan bakar global.

“Meskipun Tailan memiliki cadangan minyak yang relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain, kita tetap rentan sebagai negara yang harus mengimpor minyak dalam jumlah besar dari berbagai negara pengekspor minyak,” kata dia dalam sebuah pernyataan.

“Kita tidak boleh berpuas diri atau terus mengelola masalah perminyakan dengan cara yang sama seperti sebelumnya,” imbuh dia.

Pekan lalu, PM Anutin mengecam para pedagang minyak karena mencari keuntungan berlebihan, menyalahkan mereka yang menimbun bahan bakar atau menyelundupkannya ke luar negeri atas kelangkaan yang telah mendorong harga terus naik.

Tuduhan tersebut muncul di tengah protes publik atas kenaikan harga bahan bakar berturut-turut pada akhir Maret dan awal April. AFP/ST/Bloomberg/I-1

  • SPBU

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.