Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Terkejut Jakarta Teraman Kedua di Asean

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh:
Gubernur Terkejut Jakarta Teraman Kedua di Asean Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo

JAKARTA – Meski tiap hari selalu ada kendaraan hilang dan kejahatan lainnya, Jakarta dinobatkan sebagai Kota Teraman kedua di Asean. Bahkan atas hasil survei ini Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengaku terkejut. Belum diketahui arti terkejut, apakah tidak percaya? Jakarta bisa duduki posisi kedua sebagai kota teraman di Asean berkat survei Global Residence Index, edisi 2026.

“Itu saya sebenarnya juga surprise. Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur, sekarang di kedua, setelah Singapura,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Pramono menyatakan, pencapaian tersebut bisa diraih Jakarta karena beberapa momen besar keagamaan lalu, ibu kota bisa menjaga keamanan dan keharmonisan.

Waktu itu ada Christmas Carol saat perayaan Natal, Cap Go Meh saat Imlek, pawai obor dan festival bedug saat Ramadan-Idul Fitri, hingga pawai ogoh-ogoh saat Nyepi. “Semua itu menunjukkan kuatnya keberagaman Jakarta. Itu juga menjadi etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri,” ujar Pramono.

Dia pun menekankan agar keamanan dan kenyamanan di Jakarta dapat terus dijaga dan ditingkatkan bersama-sama. Singapura di posisi teraman dengan skor 0,90 dan skor Jakarta adalah 0,72. Kemudian urutan ketiga Bangkok 0,65, Vientiane 0,61, Hanoi 0,60 dan Kuala Lumpur 0,57.

Berikut adalah beberapa indikator dalam menentukan skor keamanan sebuah kota menurut Global Residence Index:

Numbeo Index: Mengukur persepsi keamanan publik dari warga, meliputi risiko kejahatan, pencurian, dan serangan fisik.

Homicide rate (city & country): Tingkat pembunuhan per kapita, baik di tingkat kota maupun negara,

Global Peace Index: Menilai tingkat kedamaian nasional berdasarkan beberapa faktor, seperti konflik internal atau eksternal, keamanan masyarakat, dan tingkat militerisasi.

Security Risk: Risiko keamanan umum, misalnya ancaman terorisme, stabilitas sosial, atau kriminalitas berat.

Political Risk: Stabilitas politik dan risiko ketidakpastian pemerintahan.

Natural Disaster Risk: Potensi risiko bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, badai, dan lainnya.

Road Traffic Death Rate: Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas (mencerminkan keselamatan transportasi).

Natural Disasters Death Rate: Jumlah (aktual) kematian akibat bencana alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.