Wamendagri Tekankan Pentingnya Peran Pemda Percepat Eliminasi TBC
Selasa, 07 Apr 2026, 17:45 WIBJAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penuntasan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Pasalnya, keberhasilan eliminasi TBC sangat ditentukan kepemimpinan daerah dalam mengintegrasikan penanggulangan penyakit ke perencanaan pembangunan dan penganggaran.
âTuberkulosis bukan semata masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas masyarakat, kemiskinan, dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penanganannya harus serius agar tidak menghambat pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,â kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat konferensi pers Peringatan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia di Jakarta, Senin (6/4) lalu.
Ia menegaskan persoalan TBC perlu ditangani secara serius karena berpotensi menghambat agenda pembangunan nasional apabila tidak segera diatasi secara menyeluruh. âIni harus ditangani serius karena bisa menghambat agenda pembangunan nasional,â ujar dia.
Ia menyebut komitmen penanggulangan TBC ditegaskan melalui Perpres Nomor 67 Tahun 2021 sebagai landasan percepatan eliminasi oleh pemerintah pusat dan daerah. Pemda diminta memperkuat kebijakan terukur, mulai dari perencanaan program, peningkatan anggaran, hingga penguatan pelaksanaan di lapangan.
âUpaya ini perlu melibatkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa dan kelurahan agar penanganan TBC berjalan efektif. Penanganan TBC diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, hingga pencegahan di masyarakat,â ucap Wiyagus.
Wiyagus juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TBC tertinggi. Karena itu, percepatan penanganan melalui kolaborasi lintas sektor dinilai sangat mendesak.
âHarus solid dengan stakeholder lainnya sehingga eliminasi TBC ini benar-benar bisa diwujudkan oleh kita bersama,â ucap Wiyagus.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus menyebut kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia masih tinggi dan menjadi tantangan besar eliminasi. Ia mengatakan jumlah kasus diperkirakan lebih dari satu juta, namun tidak semuanya berhasil ditemukan serta diobati.
âDiperkirakan ada sekitar 1.090.000 kasus TB di Indonesia. Tetapi yang berhasil diobati tahun lalu sekitar 867.000 kasus,â kata Benjamin Paulus saat konferensi pers Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Jakarta, Senin. ils/I-1
- Eliminasi TBC
- Wamendagri
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Darurat Bencana, 24 Kecamatan Tangerang Terendam
-
Pengakuan Fortune Global, Dorong Pertamina Wujudkan Asta Cita Swasembada Energi
-
Bupati Jember: SPPG Jangan Kurangi Nilai Anggaran Menu MBG, Integritas Jadi Kunci Keberlanjutan Program
-
Rupiah Menguat Seiring Tren Positif Pasar Saham
-
Cilacap Gercep Tangani Rumah-rumah Korban Angin Kencang
-
Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri Wiyagus Harap IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten
-
Gino Ivander Comeback dan Rilis Single 'Takkan Terhenti'
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.